Mulai dari camilan khas kecamatan dan desa hingga makanan yang mengenyangkan perut. Tampak para pengunjung dari kalangan pelajar, mahasiswa, orang tua tumpah di lapak-lapak disediakan.
Agus salah satu pengunjung menyambut positif adanya Festival Kuliner Tradisional seperti ini. Festival untuk mempromosikan potensi kuliner daerah, sekaligus mendorong pelaku usaha kuliner berkembang.
"Bagus, lewat kegiatan ini kan bisa mengenalkan potensi kuliner di Blora, tadi dari masing-masing kecamatan. Ada juga dari para pelaku usaha. Tadi lihat ada dari pedagang sate juga cukup ramai," katanya.
Bupati Arief Rohman menjelaskan, digelarnya Festival Kuliner Tradisional selama dua hari untuk mempromosikan aneka jajanan dan masakan di Blora. Ke depan bisa menjadi ikon-ikon kuliner khas daerah.
"Kuliner-kuliner Blora ini khas ya dan potensinya sangat luar biasa. Cita rasanya juga khas,” tuturnya.
Tidak hanya bisa sajian kuliner, pengunjung disuguhkan aneka hiburan. Serta dapat mengunjungi Kampung Krenova berisi stand-stand hasil inovasi para pelajar, masyarakat, maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati berharap, festival dan pameran kreasi pelajar menjadi wadah pelaku UMKM mempromosikan produknya. Sehingga usahanya bisa semakin berkembang. “Semoga dari festival kuliner ini akan lahir ikon-ikon baru makanan tradisional di Blora ini," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto