“Kalau menurut saya pendataan RDKK sudah baik, karena kami mendatanya juga melalui kepelikan sawah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian DP4 Blora Lilik Setyawan kemarin (9/11).
Lilik mejelaskan, pendataan tim penyuluh dilakukan melalui data kepemilikan tanah atau sawah, dibuktikan dengan SPPT. Sehingga, data direkap sudah sesuai di lapangan. Kalaupun terdapat perubahan, hal itu menurutnya wajar.
“Perubahan selalu ada tiap tahunnya, seperti merasa belum terdaftar. Tapi setelah dicek ternyata sudah. Ada juga yang meninggal, sehingga sawah diwariskan kepada anaknya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, tahun ini data RDKK sebanyak 166.800 keluaraga petani. Menurutnya, terpenting permasalahan pupuk ialah pada pendistribusian. Pihakya mengungkapkan petugas penyuluh hanya 102 orang, untuk menjangkau petani butuh kerja keras.
“Satu penyuluh bisa menjadi penyuluh di empat sampai lima desa,” ujarnya.
Ketua Komisi B DPRD Yuyus Waluyo mengungkapkan, data RDKK masih menjadi permasalahan sejak 2019 silam. Menurutnya saat ini masih belum terselesaikan. “(Blora) jangankan mengatasi pupuk, data RDKK sejak 2009 saja belum terselesaikan,” ungkapnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto