Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bantah Data RDKK Bermasalah

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 10 November 2022 | 05:15 WIB
MUSIM TANAM: Petani saat menanam padi. Dinas pertanian setempat membantah temuan komisi B DPRD memastikan RDKK bermasalah. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
MUSIM TANAM: Petani saat menanam padi. Dinas pertanian setempat membantah temuan komisi B DPRD memastikan RDKK bermasalah. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Komisi B DPRD Blora sebelumnya menyoroti rencana defiitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang masih carut-marut. Namun, hal itu dibantah Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora. Pendataan dianggap sudah berdasar data kepemilikan sawah. Dibuktikan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT).

 

“Kalau menurut saya pendataan RDKK sudah baik, karena kami mendatanya juga melalui kepelikan sawah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian DP4 Blora Lilik Setyawan kemarin (9/11).

 

Lilik mejelaskan, pendataan tim penyuluh dilakukan melalui data kepemilikan tanah atau sawah, dibuktikan dengan SPPT. Sehingga, data direkap sudah sesuai di lapangan. Kalaupun terdapat perubahan, hal itu menurutnya wajar.

 

“Perubahan selalu ada tiap tahunnya, seperti merasa belum terdaftar. Tapi setelah dicek ternyata sudah. Ada juga yang meninggal, sehingga sawah diwariskan kepada anaknya,” jelasnya.

 

Ia menjelaskan, tahun ini data RDKK sebanyak 166.800 keluaraga petani. Menurutnya, terpenting permasalahan pupuk ialah pada pendistribusian. Pihakya mengungkapkan petugas penyuluh hanya 102 orang, untuk menjangkau petani butuh kerja keras.

 

“Satu penyuluh bisa menjadi penyuluh di empat sampai lima desa,” ujarnya.

 

Ketua Komisi B DPRD Yuyus Waluyo mengungkapkan, data RDKK masih menjadi permasalahan sejak 2019 silam. Menurutnya saat ini masih belum terselesaikan. “(Blora) jangankan mengatasi pupuk, data RDKK sejak 2009 saja belum terselesaikan,” ungkapnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#sppt #Petani #dp4 blora #RDKK #pupuk #mbangun blora #blora