Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Tak Semua Pegawai Masuk Data BKN di Blora

M. Yusuf Purwanto • Senin, 29 Agustus 2022 | 18:59 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
''Termasuk satpam dan tenaga kebersihan bisa diinput kedalam aplikasi."

Heru Eko Wiyono, Kepala BKD Blora

BLORA, Radar Bojonegoro - Dampak dari kebijakan Menpan-RB Data pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) segera dimasukkan pada aplikasi Badan Kepegawain Negara (BKN).

 

Dengan catatan sudah bekerja setahun, dan dibiayai APBD. Sedangkan bagi pegawai melalui pihak kedua tidak bisa dimasukkan.

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora Heru Eko Wiyono menjelaskan, nasib pegawai honorer terus diusahakan bisa terdata.

 

Panginputan melalui aplikasi dari pusat segera dilakukan setelah dilakukan sosialisasi besok (30/8).

 

‘’Seminggu sebelumnya sudah kami simulasikan penginputan data, kemudian segera kami sosialisasikan kepada OPD," katanya.

 

Heru mengungkapkan, dalam simulasi terdapat kendala sistem, namun jika pendataan kedalam aplikasi yang disediakan akan berjalan lancar. Sebab, sistem kembali normal.

 

"Saat simulasi terkendala penginputan tidak bisa masuk," imbuhnya.

 

Pendataan honorer di lingkup pemkab, untuk memastikan jumlah dalam mengikuti proses seleksi PPPK dan ASN.

 

Heru menjelaskan, pegawai yang bisa diinput di sistem telah bekerja selama satu tahun atau sejak 31 Desember tahun lalu. Dengan pendanaan dari APBD.

 

"Termasuk satpam dan tenaga kebersihan bisa diinput kedalam aplikasi," jelasnya.

Heru mengungkapkan, tiga jenis pekerjaan seperti satpam, tenaga kebersihan dan sopir akan dilakukan  alih daya atau outsourcing dengan pengadaan pihak kedua. Ketiganya tetap diinput karena diambilkan honor dari APBD.

 

"Yang dari pihak kedua atau bukan dari pemda tidak kami data, " tegasnya.

Pihaknya memastikan di lingkup pemkab hanya ada dua kategori, yakni satpam dan tenaga kebersihan. Dipastikan tidak ada yang bekerja sebagai sopir di masing-masing OPD.

 

Sementara itu, dari pendataan manual yang dikakukan pemda sebelumnya diperkirakan tenaga non-ASN yang paling banyak di lingkup dinas pendidikan (Disdik), namun Kepala Disdik Aunur Rofiq saat dikonfirmasi Kemarin (28/8) belum memberikan jawaban. (luk/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#asn #opd #Data BKN #blora #Satpam