BLORA - Pengerjaan perpanjangan runway atau landasan pacu Bandara Ngloram mulai dilakukan. Penambahan landasan pacu dilakukan hingga 300 meter dengan lebar 30 meter.
Pelaksana Proyek dari PT Clara- Sega KSO, Suraji mengatakan, saat ini mulai dilakukan penggalian untuk perpanjangan landasan pacu tersebut. Sudah dikerjakan selama tiga hari. Setelah penggalian, dilanjutkan dengan perataan kemudian diuruk dengan batu. Rencananya batu dari Pamotan. ''Tapi kami masih menunggu hasil laboraturium,'' ujarnya kemarin (18/7).
Tahap selanjutnya, ujar dia, dilakukan pengerasan landasan kemudian akan diteruskan dengan pengaspalan. ''Pengaspalan dari ujung timur sampai barat,'' ungkapnya.
Pengerjaan perpanjangan landasan pacu ini menghabiskan anggaran hingga Rp 25 Miliar, dari APBN. Target pengerjaannya selama 180 hari. Proyek tersebut dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan kantor unit penyelenggara bandar udara Dewadaru Karimunjawa Jepara. Proyek tersebut juga dalam pengawalan dan pengamanan TP4D Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Pembangunan Bandara Ngloram ditargetkan tahun ini bisa dioperasikan. Pada 2020 bisa digunakan untuk pesawat komersial. Setidaknya pesawat ATR (Avions de Transport Regional) kapasitas 42 penumpang diharapkan sudah bisa mendarat di Bandara Ngloram.
Kementerian Perhubungan pada 2020 masih ada 16 paket kegiatan. Beberapa diantaranya melanjutkan perpanjangan landasan menjadi 1.400 meter kali 30 meter dan turning area 1.500 meter persegi. Rincian lainnya, rekonstruksi apron dan taxiway, pembuatan drainase sisi udara, penyelesaian pagar bandara, pembangunan gedung terminal, pembangunan gedung operasional, gedung kantor, tempat ibadah, pembuatan landscape, gedung PKP-PK, akses jalan, peralatan parkir, pembuatan tempat parkir kendaraan, pembangunan jalan masuk ke bandara, pengadaan kendaraan operasional dan pengadaan Air Field Lighting (AFL).
Editor : Bachtiar Febrianto