BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ademos Indonesia berkolaborasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (Migas) Exxonmobil Cepu Limited (EMCL). Menggagas rangkaian kegiatan workshop dan seminar literasi yang digelar di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.
Kegiatan tersebut digelar mulai 16 Desember hingga puncaknya kemarin (19/12) di Gedung Olahraga Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Bahkan, kegiatan menyedot animo mencapai 200 peserta dari berbagai kalangan.
Para peserta mendapat pelatihan yang diisi oleh para penulis Nasional terkemuka, seperti penulis dan kolumnis asal Yogyakarta, yakni Iqbal Aji Daryono dan penulis ternama novel ‘Negeri 5 Menara’ Ahmad Fuadi. Hingga pendiri Good News From Indonesia (GNFI) Akhyari Hananto.
Perwakilan EMCL Rifqi Romadhon mengatakan, EMCL masih dan terus berkomitmen menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang disetujui oleh SKK Migas di wilayah operasinya. ’’Bentuk komitmen EMCL di wilayah kerjanya, dan terima kasih atas dukungan dari Pemkab Bojonegoro,” ungkapnya dalam sambutan.
Sementara itu, Ketua Ademos Indonesia A. Shodiqurrosyad menyampaikan, bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali para guru dengan keterampilan menulis kreatif. ’’Sebab, guru-guru anak usia dini ini, menjadi pondasi dan memegang peran penting membentuk karakter anak,” terangnya.
Sebelumnya, kegiatan menulis kreatif juga dilakukan pada seluruh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tergabung dalam program Semai Benih Bangsa (SBB), sejak 16 Desember lalu.
Pria akrab disapa Arsyad tersebut menambahkan, dalam kegiatannya para peserta tak hanya belajar teori, namun juga melakukan praktik menulis bersama narasumber. ’’Hal tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan kapasitas, hingga pelatihan berakhir,” ungkapnya.
Selain itu, di tempat sama, Ademos bersama EMCL juga mendukung pengembangan olahraga sepak bola di Bojonegoro. Bahkan, Ademos bekerja sama dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur membuka Pelatihan Pelatih Muda Lisensi D Nasional.
’’Program ini menjadi langkah awal dalam mencetak pelatih muda berkualitas yang diharapkan mampu membangun sistem pembinaan usia dini secara profesional,” imbuh Arsyad. Menurutnya, hal itu bisa membangun fondasi sepak bola daerah, agar dapat berjalan lebih sistematis dan berkualitas.
Pelatihan yang berlangsung mulai 17-23 Desember itu, diikuti oleh 60 peserta dari berbagai wilayah di Bojonegoro. Peserta mendapatkan materi kepelatihan dari pelatih eks tim Nasional dan instruktur berlisensi resmi PSSI yaitu Coach Fakhri Husaini dan Coach Joko Susilo. (*/dan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana