BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Menghadapi dampak musim kemarau yang panjang, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bojonegoro terus menjalankan program distribusi air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.
Kekeringan yang mulai melanda sejak awal Mei 2024 mencapai puncaknya pada bulan Agustus lalu. BPBD Bojonegoro pun telah bergerak cepat dengan mendistribusikan total 1.574 tangki air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air.
Baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), BPBD Provinsi, Bantuan Tidak Terduga (BTT) Kabupaten, maupun hasil kolaborasi dengan pihak lain.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Laela Nor Aeny, kekeringan di wilayah Bojonegoro memengaruhi sebanyak 117 desa yang tersebar di 24 kecamatan. ’’Tahun ini, potensi kekeringan cukup luas dan krisis air bersih sangat mungkin terjadi di berbagai wilayah. Karena itu, kami berusaha mendistribusikan air bersih secara berkala,” ujarnya.
Hingga 10 Oktober 2024, sebanyak 591 tangki air APBD telah didistribusikan ke 82 desa di 24 kecamatan. ’’Ada 20.438 KK dan 65.129 jiwa yang telah menerima air bersih,” tambahnya
Aeny mengungkapkan, beberapa kecamatan yang menjadi prioritas distribusi air bersih meliputi Kecamatan Kepohbaru, Purwosari, Margomulyo, Sumberrejo, Sukosewu, Ngasem, Tambakrejo, dan Kedungadem.
Desa-desa di kecamatan tersebut mengalami dampak kekeringan paling parah. Sehingga, pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat.
BPBD Bojonegoro juga menyediakan jalur komunikasi langsung bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih, dengan menghubungi pihak desa atau kecamatan setempat. Dengan call center BPBD Bojonegoro di nomor 08113356444 dan 081335934086. Juga dibuka untuk melayani pengaduan masyarakat.
Mantan Camat Kepohbaru itu menekankan pentingnya penggunaan air dengan bijak di tengah krisis ini. ’’Kami mengimbau masyarakat untuk hemat dalam penggunaan air, dan memanfaatkan air bersih yang ada dengan sebaik mungkin,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro juga terus berupaya mencari solusi jangka panjang dalam menghadapi bencana kekeringan. Selain distribusi air bersih, upaya lain termasuk pengembangan sistem penyediaan air dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi air.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta mengurangi risiko krisis air yang meluas. Dengan upaya ini, BPBD Bojonegoro berkomitmen menjaga kesejahteraan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Sekaligus meminimalkan dampak negatif dari kekurangan air yang kerap melanda setiap tahun. Ke depan, BPBD juga berencana meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna memperkuat mitigasi risiko bencana kekeringan di wilayah Bojonegoro. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana