Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro Kunjungi Kampoeng Thengul dalam Kegiatan P-5

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 20 September 2024 | 18:23 WIB
KREATIVITAS: Peserta DIDIK SMP Muse memamerkan hasil karya lukisan wayang yang dibuat pada media talenan. Karya tersebut menunjukkan pemikiran. (IST/RADAR BOJONEGORO)
KREATIVITAS: Peserta DIDIK SMP Muse memamerkan hasil karya lukisan wayang yang dibuat pada media talenan. Karya tersebut menunjukkan pemikiran. (IST/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro (SMP Muse) mengunjungi Kampoeng Thengul di Desa Kedungkrambil, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Kamis (19/9). Kegiatan salah satu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) mulai 11 hingga 23 September.

Kampoeng Thengul dipilih oleh Tim P-5 karena sesuai tema, yaitu Kearifan Lokal Bojonegoro.

Rombongan SMP Muse berangkat menuju Kampoeng Thengul pukul 07.30. Setelah melakukan aktivitas pagi sebagaimana biasa, yaitu tadarus pagi. Armada digunakan untuk membawa rombongan menuju lokasi adalah bus dan truk, bekerja sama dengan Satuan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim.

Sesampainya di lokasi, rombongan SMP Muse langsung dibagi menjadi tiga pos materi, yaitu Wayang Thengul; Workshop Melukis Wayang; dan Jaranan. Setiap pos materi diikuti 242 peserta didik kelas 7 hingga 9 dan 14 guru pendamping.

Pada pos Wayang Thengul, peserta didik mendapat materi secara langsung dari dalang dan seniman Wayang Thengul. Juga menyaksikan dan praktik langsung pertunjukan Wayang Thengul. Peserta didik mengetahui bentuk serta bahan pembuatan Wayang Thengul yang memiliki bentuk berbeda dari wayang kulit.

Beralih di pos Jaranan. Peserta didik antusias mengikuti materi dan penampilan dari seniman Jaranan Kampoeng Thengul New Putro Baskoro. Selain mengenal berbagai bentuk topeng jaranan, peserta didik menikmati lantunan musik dan mengetahui cara bermain jaranan. Peserta berkesempatan untuk memainkan musik tradisional dan menampilkan kesenian jaranan secara langsung.

KEARIFAN LOKAL: Peserta didik SMP Muse mendapatkan materi dari dalang dan seniman wayang thengul . Sehingga mengetahui perbedaan dari wayang lainnya. (IST/RADAR BOJONEGORO)
KEARIFAN LOKAL: Peserta didik SMP Muse mendapatkan materi dari dalang dan seniman wayang thengul . Sehingga mengetahui perbedaan dari wayang lainnya. (IST/RADAR BOJONEGORO)

Pada pos terakhir Workshop Melukis Wayang, peserta didik memperoleh media berupa talenan dan cat. Berbekal kreativitas masing-masing, peserta didik memberikan warna pada talenan. Goresan warna pada lukisan wayang menunjukkan pemikiran dan pemahaman peserta didik terhadap wayang thengul.

Ferry Yudha Pratama, Kepala SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro mengungkapkan, Kampoeng Thengul dipilih karena bisa mewakili topik pelestarian kearifan lokal Bojonegoro, yaitu wayang thengul.

“Kegiatan ini dapat melatih kreativitas dan pemahaman siswa tentang kearifan lokal Bojonegoro,” ungkanya.

“Jadi, siswa tidak hanya mengetahui kearifan lokal dalam bentuk materi, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan mbah dalang sekaligus pengrajin wayang thengul Mbah Suwarno, dan bisa melihat langsung praktik memainkan wayang thengul,” imbuh kepala sekolah akrab disapa Pak Ferry.

Hal senada diungkapkan peserta didik SMP Muse, Devananda Kamal Parisya. Dia merasa senang berkunjung ke Kampoeng Thengul. “Banyak pembelajaran baru bisa didapatkan, mulai tradisi jaranan, filosofi wayang, hingga kesenian Wayang Thengul, salah satu kearifan lokal Bojonegoro yang mendunia,” ujarnya di sela-sela perjalanan kembali ke sekolah. (*/van)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jaranan #seniman #peserta didik #kreativitas #SMP #Kampoeng #Profil Pelajar Pancasila #SMP Muse #melukis #Kunjungi #wayang #P5 #bojonegoro #muhammadiyah #satuan brimob #SMP Muhammadiyah #kegiatan #Thengul #polda jatim