Danela Mutia Rahma Handayani suka berkuda. Orang tuanya memiliki tiga kuda di rumah. Salah satu kuda itu kini sedang hamil.
Minimal, seminggu sekali Danela berkuda. ‘’Kalau sama kuda dibaiki, didekati. Kalau misal takut, bisa dielus dulu kudanya,’’ kata perempuan 22 tahun ini
Menurut dia, menaiki kuda tidak bisa sembarangan. Kondisi kuda harus diperhatikan, sedang baik atau tidak. Sebab, kuda bisa memberontak ketika kondisinya tidak baik.
Danela memberikan tips saat naik kuda di lapangan. Cek dulu perlengkapan seperti pelana, kacamata kuda, tali kendali, atau perlengkapan lainnya.
‘’Lebih efesien perlu (kacamata), biar kudanya dinaiki tidak lihat sekelilingnya, menjaga ketenangan kuda. Ada juga yang tidak dipakai (kacamatanya) kalau sudah mahir,’’ ujar mahasiswi Unisda ini.
Danela mengaku tertarik menunggang kuda karena terlihat tangguh, keren, dan termasuk sunnah nabi. ‘’Kalau bisa naik kelihatan berwibawa,’’ ujar dara asal Desa Pucakwangi, Kecamatan Babat ini.
Menurut dia, ada bagian tertentu kuda yang tidak boleh disentuh. Danela mencontohkan kaki, telinga, dan ekor.
‘’Kita harus mencintai hal tersebut, kalau kita suka berkuda, kita juga harus suka dengan kuda,’’ ujarnya. (sip/yan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana