
“MBG adalah pesta rakyat,” ujar salah satu pengusaha di Bojonegoro.
“Selama ini anggaran negara hanya dinikmati segelintir elite. Melalui MBG, anggaran itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kecil,” sambungnya.
“Petani, peternak, hingga perajin tahu dan tempe merasakan langsung manfaat program ini. Pesanan mereka naik drastis,” tuturnya.
Ia tampak bersemangat menjelaskan dampak positif program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Saya berjumpa dengan pengusaha itu pada Minggu malam (26/4), di sela kesibukannya mengembangkan bisnis di beberapa kota.
“Saat ini semua bisnis memang sedang sulit, kecuali MBG,” terangnya.
MBG merupakan program berskala besar. Tahun ini anggarannya mencapai Rp335 triliun, naik berkali-kali lipat dibandingkan 2025 yang hanya Rp71 triliun.
Tahun ini, sasaran penerima mencapai 82,9 juta anak di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi. Karena itu, program ini dijalankan dengan anggaran besar.
Pemerintah merancang MBG sebagai program berbasis akar rumput. Artinya, bahan makanan yang digunakan berasal dari petani dan pedagang lokal, bukan dari korporasi besar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




