BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Perpaduan warna bunga merah muda keunguan dan ujung pangkal hijau bermekaran di tengah gersangnya hutan di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Bojonegoro.
Bunga temu hitam (ireng) tersebut menyita perhatian, karena tumbuh di tanah gersang. Ketika rumput dan tanaman lain mengering, justru bunga ini bermekaran dengan subur.
Temu ireng merupakan jenis tanaman obat-obatan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Bojonegoro. Tanaman ini biasa tumbuh liar di area hutan.
‘’Bunga ini berbeda dengan purot (bunga temulawak) yang biasa dimakan. Kalau purot memang enak dimasak sayur lodeh,’’ ujar Kepala Dusun Gayam, Desa Klino, Kecamatan Sekar Resnanto.
Meski berbeda, namun bunga temu ireng ini terlihat persis dengan purot. Bunganya majemuk berbentuk bulir dengan tandan keluar langsung dari rimpang.
Bunga ini mekar secara bergantian. Saat mekar bunga akan bewarna merah muda keunguan. Setelah itu, berubah menjadi warna hijau seperti daun.
‘’Sehingga warna merah muda keunguannya hanya pada bunga bagian atas yang mekar saja. Bagian bawah berwarna hijau,’’ lanjutnya.
Alvira Widyaningsih pengunjung dari Bojonegoro mengatakan, bunga-bunganya bagus. Warnanya juga menarik, menyala terang di tengah tanaman dan daun-daunan kering.
‘’Saya kira tadi purot, bisa dimasak sayur. Ternyata bukan,’’ katanya.
Cantika pengunjung lainnya terkesima melihat bunga-bunga tersebut mekar di musim kemarau seperti ini.
‘’Cantik sekali, apalagi warnanya pink-pink keunguan. Seperti warna kesukaan saya,’’ tambahnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana