Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kejutan! Bodo/Glimt Melaju ke Babak 16 Besar UEFA Champions League Berkat Kebodohan Lini Belakang Inter Milan

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:50 WIB

(Dok. Inter Milan)
(Dok. Inter Milan)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Klub asal Norwegia, Bodo/Glimt berhak mengklaim titel sebagai kuda hitam dalam gelaran UEFA Champions League (UCL, Liga Champions) musim 2025/2026 berkat kelihaian mereka menundukkan berbagai raksasa Eropa. Inter Milan menjadi korban terbaru mereka dalam leg kedua playoff 16 besar UCL di Stadion San Siro pada jam sahur Kamis dinihari (25/2).

Bodo/Glimt datang dengan bekal kemenangan 3-1 di kandang sendiri pada leg pertama, sehingga hanya perlu minimal hanya kebobolan satu gol untuk meloloskan diri ke 16 besar. Sebaliknya, Inter wajib menang di hadapan publik sendiri dengan skor minimal 2-0 dengan bekal sebiji gol tandang.

Mungkin banyak Interisti yang beralasan Bodo dapat menang berkat kebiasaan mereka bermain di iklim dingin nun jauh di Norwegia. Namun pada leg kedua di bawah raungan chant tifosi, Bodo/Glimt dapat menjawab tantangan tersebut.

Nerazzuri langsung menusuk kotak penalti Bodo/Glimt sejak babak pertama, dan mulai menciptakan banyak peluang gol. Namun sayang bagi mereka, kiper Bodo/Glimt Nikita Khaikin masih sigap menahan bola yang mengarah ke gawang.

Setelah menghabiskan sepertiga pertama pertandingan mempertahankan diri dari serangan Inter, Bodo/Glimt akhirnya mulai menyusun serangan balik. Meskipun pasukan Superlaget bisa sampai silaturahmi ke kotak 11 meter Inter, serangan mereka masih mampu dipatahkan oleh Yann Sommer maupun lini belakang pelindungnya.

Hingga turun minum, pertandingan masih berjalan cukup alot, dengan tidak banyak tendangan mengancam gawang satu sama lain. Namun hal ini juga berarti waktu bagi Inter untuk membalikkan keadaan tinggal sedikit.

Di babak kedua, usaha Nerazzuri untuk kembali menyusun serangan malah jadi durian runtuh untuk Bodo/Glimt akibat kebodohan lini belakang mereka. Manuel Akanji yang sedang mengontrol bola di menit ke-58 tidak menyadari bahwa Ole Blomberg sudah mengintainya dari jauh.

Benar saja, Blomberg langsung menyapu bola dan melancarkan tembakan ke arah gawang Inter. Meskipun tendangannya dapat ditepis Yann Sommer, Jens Hauge langsung menyambut bola rebound yang tidak sempat dijauhkan oleh kiper asal Swiss tersebut, sehingga membuka keunggulan bagi Superlaget.

Tidak ingin tertinggal lagi, Inter langsung melancarkan agresi sepanjang sepertiga akhir pertandingan ke gawang Bodo/Glimt. Sayang bagi mereka, mayoritas usaha mereka berakhir melenceng dari mulut gawang.

Justru pasukan Superlaget dapat kembali menambah pundi-pundi gol mereka. Kali ini Jens Hauge menjadi penyedia bola kepada Hakon Evjen, yang dapat melepaskan diri dari kepungan pertahanan Inter dan langsung mengalahkan Sommer di depan gawang pada menit ke-72.

Empat menit kemudian Nerazzuri baru dapat memberikan jawaban mereka, itupun dengan bersusah payah setelah Alessandro Bastoni memanfaatkan bola muntah dari tendangan Ange-Yoan Bonny. Sedianya Nikita Khaikin dapat menangkap tendangan Bastoni, namun sayangnya Niki lupa bahwa dirinya sedang berada di belakang garis gawang, sehingga bola dinyatakan masuk.

Waktu seperempat jam tersisa ternyata tidak cukup bagi Inter Milan untuk menambah tabungan gol untuk terakhir kali. Finalis UCL musim lalu tersebut terpaksa mengakhiri kiprah mereka musim ini dengan kekalahan agregat 2-5 dari Bodo/Glimt.

Pelatih Inter, Christian Chivu tidak memungkiri bahwa mereka kesulitan melawan skuad Superlaget. “Kami melawan klub yang sangat tertata rapi dengan penguasaan bola tinggi. Semakin lama kami tidak mencetak gol, mereka menjadi semakin pede,” jelasnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Sementara itu pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen berpandangan anak-anak asuhnya sebenarnya dapat bermain lebih baik lagi. “Cukup jelas bahwa pemain kami harusnya dapat membuka babak pertama dengan lebih oke, tapi kami memilih tidak bermain neko-neko dulu. Baru kemudian pada babak kedua kami dapat bermain lebih leluasa,” paparnya.

Dengan hasil ini, Bodo/Glimt bakal berhadapan dengan salah satu diantara Manchester City atau Sporting Lisbon di babak 16 besar, dengan takdir mereka ditentukan pada drawing 16 besar pada Jumat (27/2). Menariknya, Superlaget pernah menang sekali melawan City pada fase liga Desember silam. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bodo #16 besar #Playoff 16 Besar UCL #Interisti #playoff #Manuel Akanji #yann sommer #san siro #liga champions #uefa champions league #Bodo/Glimt #Alessandro Bastoni #UCL #Superlaget #inter milan #Nerazzuri #inter