Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bojonegoro Ditunjuk Sebagai Tuan Tumah Liga Topskor: 25 Tim Berebut Tiga Tiket Putaran Nasional

M. Irvan Romadhon • Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:15 WIB
TALENTA MUDA: Para pemain dari 25 SSB mengikuti Liga TopSkor 2026 yang digelar di Stadion Mini Gayam dan Dolokgede.
TALENTA MUDA: Para pemain dari 25 SSB mengikuti Liga TopSkor 2026 yang digelar di Stadion Mini Gayam dan Dolokgede.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bojonegoro didapuk menjadi tuan rumah Liga Top Skor 2026. 25 tim dari tiga kabupaten menjalani laga di Stadion Mini Gayam dan Dolokgede sejak 1 Februari lalu.

Klub peserta Liga Top Skor berasal dari Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan memperebutkan tiga tiket ke putaran nasional. Masing-masing satu tiket di U-12, U-14, dan U-16. Liga Top Skor yang terselenggara di Bojonegoro dinilai mampu menjadi wadah pembinaan pemain muda potensial, peningkatan standar sekolah sepak bola (SSB), hingga berdampak pada ekonomi lokal.

Ketua Pelaksana Liga Top Skor Bojonegoro Firman Andik Saputro mengatakan, klub peserta dari Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Setiap kelompok usia diambil juara 1 untuk lolos putaran nasional.

‘’U-12 ada 10 tim, U-14 diikuti 6 tim, dan U-16 diikuti 9 tim,” ungkapnya. Firman mengaku, pelaksanaan Liga Top Skor di Bojonegoro memberikan dampak yang signifikan. Terutama dalam memetakan potensi atlet muda di wilayah tersebut.

Terlebih menjadi salah satu kompetisi usia dini paling bergengsi di Indonesia. ‘’Kehadirannya di Kota Ledre menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih profesional,” ujarnya. Menurut Firman, Liga Top Skor dikenal sebagai kompetisi yang dipantau ketat oleh pemandu bakat (talent scout).

Pemain muda di Bojonegoro dan sekitarnya kini memiliki jalur yang lebih pendek untuk dilirik oleh klub-klub besar atau tim nasional usia muda. ‘’Contoh nyata adalah keberhasilan tim seperti Bakat Muda Kedungadem (BMK) yang mampu menembus putaran nasional musim lalu. Tentu membuktikan bahwa talenta lokal bisa bersaing di level tertinggi,” jelasnya.

Selain itu, kehadiran liga ini memaksa Sekolah Sepak Bola (SSB) di Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas manajemen dan kepelatihan. Regulasi liga yang ketat, seperti aturan waktu bermain dan administrasi pemain, melatih klub lokal lebih profesional.

‘’Seiring banyaknya kompetisi kelompok umur, jumlah SSB di Bojonegoro dilaporkan mengalami kenaikan signifikan karena tingginya minat orang tua mendaftarkan anaknya,” terangnya.

Firman mengatakan Liga Top Skor bukan sekadar turnamen pendek, namun menggunakan format liga yang panjang. Sehingga pemain memiliki jam terbang yang konsisten, pemain belajar menghadapi tekanan di setiap pekan pertandingan, serta adaptasi terhadap berbagai kondisi lapangan dan cuaca saat bertanding di luar kota.

‘’Misalnya saat lolos ke babak nasional di Bogor,” jelasnya. Pihaknya menambahkan, walau fokus utamanya adalah olahraga, namun setiap penyelenggaraan pekan pertandingan Liga TopSkor di stadion atau lapangan lokal di Bojonegoro membawa dampak ekonomi.

Mulai dari pedagang makanan dan minuman di sekitar area pertandingan mendapatkan limpahan rezeki dari penonton dan orang tua pemain. Juga kunjungan tim-tim dari luar kecamatan atau kabupaten tetangga meningkatkan perputaran uang di sektor transportasi. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#top skor #sekolah sepak bola #Sepak Bola #ssb #Dolokgede #tuban #bojonegoro #Liga Top Skor #lamongan #gayam