Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aprilia Susanti: Mengajar Panggilan Hati

Y
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO
ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO

 


Advertisement

BAGI Aprilia Susanti, mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai panggilan hati. Berangkat dari pengalaman sebagai orang tua yang merasakan dan mengalami sendiri.

"Karena saya merasakan dan mengalami sendiri bingungnya jadi orang tua dengan anak ABK. Sudah menjalani berbagai terapi dengan beragam metode, dan saya tahu mana yang paling efektif," tutur Kepala Ruby Indonesia Kids Development Center Bojonegoro itu.

Dari pengalaman dan ditambah pendidikan sebelumnya, lanjut dia, bertekad berbuat sesuatu. Tentu, dalam perjalanannya kerap menemui tantangan. Termasuk bagaimana memperlakukan setiap anak ABK yang memiliki karakteristik hingga profil sensorik yang berbeda-beda.

Advertisement

"Terjun di dunia pendidikan ini karena panggilan hati. Karena saya mencintai kegiatan mengajar," tutur Magister Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lebih dari Seribu Anak Berkebutuhan Khusus di Blora Masih Tak Sekolah

Lebih dari Seribu Anak Berkebutuhan Khusus di Blora Masih Tak Sekolah

Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Blora masih sekitar 2.900 anak. Angka tersebut turun dari data awal sebanyak 3.869 anak setelah dilakukan verifikasi dan pemadanan data.

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Memiliki gelar sarjana selama ini kerap dianggap sebagai salah satu jalan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan taraf hidup.

Kupas Potensi Dana Abadi Daerah Bidang Pendikan Bojonegoro: Mengonversi SDA Menjadi SDM

Kupas Potensi Dana Abadi Daerah Bidang Pendikan Bojonegoro: Mengonversi SDA Menjadi SDM

Guna mewujudkan mimpi besar itu, paparan Bappeda merincikan roadmap pencapaian akumulasi pokok Dana Abadi dengan target fantastis mencapai Rp 3 Triliun pada kurun waktu 2026-2030.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer