Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Farhan Reza Ardiansyah
Ilustrasi Pengangguran (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Pengangguran (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Memiliki gelar sarjana selama ini kerap dianggap sebagai salah satu jalan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan taraf hidup. Namun, kondisi dunia kerja saat ini menunjukkan kenyataan yang tidak selalu sejalan dengan harapan tersebut.

Fenomena pengangguran terdidik semakin menjadi perhatian. Banyak lulusan perguruan tinggi harus menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan tidak sedikit yang terpaksa bekerja di luar bidang keahliannya atau menerima pekerjaan dengan kualifikasi di bawah tingkat pendidikannya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan peluang kerja. Apakah gelar sarjana masih cukup untuk menjamin masa depan karier seseorang?

Advertisement

Ratusan Ribu Lulusan Universitas Masih Menganggur

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengangguran tidak hanya berasal dari kelompok masyarakat berpendidikan rendah.

Advertisement

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, terdapat sekitar 904.440 pengangguran dengan pendidikan terakhir universitas di Indonesia. Sementara itu, pada Februari 2025 jumlahnya mencapai 1.010.652 orang.

Jika dilihat berdasarkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut pendidikan pada 2025, kelompok lulusan universitas mencatat angka sebesar 5,39 persen. Adapun lulusan diploma I/II/III sebesar 4,31 persen. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi belum sepenuhnya membuat seseorang terbebas dari risiko pengangguran.

Data ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak cukup diselesaikan hanya dengan meningkatkan jumlah lulusan perguruan tinggi. Ketersediaan lapangan kerja dan kesesuaian kompetensi juga menjadi faktor penting.

Mengapa Gelar Sarjana Tidak Menjamin Pekerjaan?

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan lulusan perguruan tinggi kesulitan mendapatkan pekerjaan.

1. Ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri

Salah satu persoalan utama adalah kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh selama kuliah dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Dunia industri terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan praktis, komunikasi, pemecahan masalah, dan penguasaan teknologi digital.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Krisis Lapangan Kerja, Mengapa Sarjana Semakin Sulit Mendapatkan Pekerjaan?

Krisis Lapangan Kerja, Mengapa Sarjana Semakin Sulit Mendapatkan Pekerjaan?

Mendapatkan gelar sarjana tidak selalu menjadi jaminan seseorang dapat memperoleh pekerjaan yang layak. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat,.

Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Bojonegoro

Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Bojonegoro

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan pemerintah terus berupaya memperluas akses kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK)

Tingkat Pengangguran Kabupaten Bojonegoro Masih di Atas Provinsi Jatim, Disperinaker Genjot Informasi Loker

Tingkat Pengangguran Kabupaten Bojonegoro Masih di Atas Provinsi Jatim, Disperinaker Genjot Informasi Loker

Jumlah angkatan kerja di Bojonegoro saat ini mencapai 843.465 orang. Jumlah tersebut naik 56.070 orang dibandingkan tahun sebelumnya 787.395 orang. Walau angkatan kerja naik, namun jumlah pengangguran justru turun dari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer