Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabid Sumber Daya Air, Iwan Kristian Ajak Anak Off-Road

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
IWAN KRISTIAN
IWAN KRISTIAN

Iwan Kristian terjun dunia off-road sejak 15 tahun silam. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Pekerjaan Umum SDA Bojonegoro ini sudah menjelajah seluruh daerah di Bojonegoro.


Advertisement

Namun, ketika menyalurkan hobi setiap bulannya selalu mengajak ketiga anaknya. Tujuannya mempererat hubungan dan belajar tentang rintangan. ‘’Saya kalau off-road selalu mengajak ketiga anak saya,’’ ungkapnya.

Off-road bagi Iwan hobi menyenangkan penuh tantangan. Setiap track atau lintasannya membutuhkan strategi tertentu. Seperti berlumpur maupun tanjakan. ‘’Di dalam hutan uang tidak ada harganya,’’ ujar Iwan.

Dia menambahkan, di Bojonegoro beberapa wilayah dengan kategori sulit seperti Kecamatan Sugihwaras, Malo, hingga Tambakrejo. Untuk kategori sedang atau mudah dilintasi yakni Kecamatan Dander, Ngasem, serta Temayang. ‘’Biasanya juga off-road ke Tuban,’’ pungkasnya. (yna/msu)

Advertisement
Editor : Hakam Alghivari
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilo

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Layaknya Ita Nur Faizah, tak tahu jelas kapan hobi itu muncul, tapi bagi perempuan akrab disapa Ita itu, mendaki dan travelling adalah bagian dari kebahagiaan hidup.

Memasuki Penghujan, Jumlah Kebakaran di Bojonegoro Mulai Berkurang

Memasuki Penghujan, Jumlah Kebakaran di Bojonegoro Mulai Berkurang

Kebakaran di Bojonegoro mulai mereda pada penghujung Oktober 2026. Turunnya hujan di sejumlah wilayah turut menekan kebakaran, terutama pada lahan yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer