
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebakaran di Bojonegoro mulai mereda pada penghujung Oktober 2026. Turunnya hujan di sejumlah wilayah turut menekan kebakaran, terutama pada lahan yang rentan terbakar saat musim kemarau.
Berdasar data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro, total terdapat 789 kejadian kebakaran di Bojonegoro periode Januari-Oktober 2026.
Penyebab terbanyak terjadinya kebakaran, yakni pembakaran sampah mencapai 456 kejadian. Kemudian, disusul karena kesengajaan atau dibakar pihak tertentu 162 kejadian. Dan, 85 kejadian akibat konsleting atau arus pendek listrik.
Baca Juga: Musim Hujan Diprediksi November, BPBD Sebut Hujan Hasil Modifikasi Cuaca
Dengan objek kebakaran terbanyak adalah lahan, perkarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu sebanyak 522 kejadian.
Dari total kejadian tersebut, kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp 18,9 miliar. Sementara, jumlah aset terselamatkan sebanyak Rp 261,4 miliar.
Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro, Siswoyo mengatakan, di akhir Oktober tahun ini ada penurunan kebakaran. Sekitar Minggu (25/10) hingga Sabtu (31/10) terdapat 20 kali kebakaran.
Dengan rincian, lanjutnya, pada 25-26 Oktober 2026 masih terjadi 15 kali kebakaran. Kemudian, di 27-31 Oktober 2026 hanya ada 5 kali kebakaran.
"Dari jumlah total 220 kali kebakaran di Oktober 2026," katanya.
Dampak terjadinya kebakaran pada Oktober tahun ini. Meninggalkan kerugian sekitar Rp 4,86 miliar. Dengan aset terselamatkan mencapai Rp 34,8 miliar. Dan, 1 korban mengalami luka.
Meski kebakaran di Oktober 2026 ini masih didominasi kebakaran lahan, pekarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu. Namun, menurut Siswoyo, kebakaran lahan di Oktober tahun ini menurun cukup signifikan. Karena di akhir Oktober telah turun hujan di beberapa wilayah di Bojonegoro.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




