
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Ufar Ismail sudah 23 tahun memiliki peran penting di wilayah tempat tinggalnya sebagai salah satu bagian tim perawat kematian. Kepala sekolah tinggal di Perumnas Desa Mojoranu, Kecamatan Dander tersebut bisa mengambil hikmah sebuah kematian ketika bertugas mengurus jenazah.
Kepala SMPN 1 Temayang tersebut bertugas mengumumkan di masjid, menyiapkan peralatan, hingga menguburkan. Terdapat banyak pelajaran hidup didapat dari tugas tersebut. Mulai dari menyadarkan diri suatu saat akan meninggal dan bergantung dengan orang lain.
‘’Dari segi agama sadar kematian bisa datang kapan saja. Sehingga harus siap dengan bekal selama hidup,” ungkap pria pernah menjabat Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bojonegoro tersebut.
Selain mengurus jenazah, Ufar juga memiliki tugas memberikan nasihat bagi keluarga yang ditinggal. Tentu agar ikhlas, sabar, dan menerima kematian salah satu keluarga. ‘’Tantangan untuk memberi pemahaman atas kehendak Allah tersebut,” ungkapnya. (irv/bgs)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




