Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rutin Sirami Tanaman di Belakang Rumah

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
(IST/RDR.LMG)
(IST/RDR.LMG)
LAHAN di belakang rumah Kastur dipenuhi tanaman. Di lahan seluas lima meter persegi tersebut, terdapat dua pohon cempedak yang sudah berbuah. Selain itu, ada delapan pohon jambu, buah naga merah dan putih.

Pot – pot berisi tanaman cabai juga tertata rapi di lahan tersebut. Menurut Kastur, depan rumahnya pernah ada banyak tanaman. Karena lahannya digunakan kegiatan, tanaman yang ada ditebangi. Dia kemudian memaksimalkan lahan belakang rumah.

Sejumlah bibit tanaman dan pohon dibelinya dari luar kota. Kastur mencontohkan kacang panjang yang dibelinya dari Magetan. ‘’Saya tanam di pot bisa tumbuh kacangnya,’’ kata kepala SMPN 3 Lamongan tersebut.

‘’Untuk merawat tanaman ini, sore dari sekolah. Kemudian pagi sebelum menyiapkan kendaraan. Menyirami dibuat rutin santai dan senang,’’ imbuh pria yang juga menjabat wakil ketua MKKS SMP Negeri Se-Kabupaten Lamongan ini.

Meski tempat tinggalnya di Jotosanur, Kecamatan Tikung minim sumber air saat kemarau, Kastur tak patah semangat. ‘’Penyiraman tanaman sering pakai air dari daur ulang, dari hasil cucian apa, kemudian diendapkan untuk menyiram tanaman itu,’’ ucap pria 58 tahun ini.

Kastur ingin mengaplikasikan aktivitas cinta penghijauan di rumahnya itu ke sekolah yang dipimpinnya. Kebetulan, ada lahan kebun SMPN 3 Lamongan di sebelah musala. Kastur ingin melatih memberikan edukasi sebagai pembelajaran kepada siswa. (sip/yan)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

ATS Bojonegoro Tersisa 2.794 Anak, Dari Jumlah Sebelumnya 5.610

ATS Bojonegoro Tersisa 2.794 Anak, Dari Jumlah Sebelumnya 5.610

Jumlah anak tidak sekolah (ATS) menurun drastis dari 5.610 anak di awal 2026  hingga kemarin (5/11) di dasbor ATS Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen) menyisakan 2.794 ATS.

Lebih dari Seribu Anak Berkebutuhan Khusus di Blora Masih Tak Sekolah

Lebih dari Seribu Anak Berkebutuhan Khusus di Blora Masih Tak Sekolah

Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Blora masih sekitar 2.900 anak. Angka tersebut turun dari data awal sebanyak 3.869 anak setelah dilakukan verifikasi dan pemadanan data.

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Memiliki gelar sarjana selama ini kerap dianggap sebagai salah satu jalan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan taraf hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer