
KETERBATASAN ekonomi tak menyurutkan langkah Suci Nurhidayah untuk mandiri. Sejak duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs), perempuan 18 tahun asal Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, ini mulai merintis usaha online.
Kini, usaha kecil-kecilan itu berkembang menjadi outlet mungil yang dikelola sendiri.
Suci mengasah kemampuan berbisnis sejak pandemi Covid-19. Keinginannya membantu orang tua menjadi salah satu alasan dia memilih berjualan. Berbekal ketekunan, dia perlahan membangun usaha hingga mampu membuka outlet dari hasil jerih payahnya sendiri.
"Sulitnya ekonomi, ingin membantu orang tua," katanya.
Baca Juga: Happy Kurniawati, Asyik Mengajar
Sebelum memiliki outlet, Suci sempat bekerja ikut orang lain selama kurang lebih tiga bulan. Gajinya disisihkan sedikit demi sedikit sebagai modal usaha. Saat awal membuka outlet, dia mengerjakan semuanya sendiri, mulai menjadi kasir, admin Whatsapp, hingga mengantarkan pesanan pelanggan.
Di balik perjuangannya, dukungan orang tua dan teman menjadi penyemangat. Meski sempat mendapat cemohan dari orang sekitar, Suci tetap bertahan. Baginya, kepuasan terbesar bukan sekadar memiliki usaha sendiri, melainkan juga mampu membuat pelanggan kembali berbelanja.
Kini, Suci tengah menempuh pendidikan Desain Komunikasi Visual di Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah AR. Fachruddin. Dia berharap, bisa mengembangkan bisnis sekaligus mendalami multimedia dan fotografi.
Suci ingin memadukan pengalaman berwirausaha dengan keterampilan kreatif yang dipelajari di bangku kuliah. Targetnya sederhana, terus berkembang dan membanggakan orang tua.
"Harapannya, bisa mengembangkan bisnis tersebut atau bisnis apapun itu. Dan, bisa membanggakan orang tua," pungkasnya. (ewi/msu)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




