Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Aduan PPDB, Disdik Blora Bakal Buat Batasan Pilihan Sekolah

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
AJARAN BARU: Siswa-siswi SMPN 1 Jepon jalan beriringan hendak pulang sekolah menuju perempatan jalan
AJARAN BARU: Siswa-siswi SMPN 1 Jepon jalan beriringan hendak pulang sekolah menuju perempatan jalan

 


Advertisement

BLORA, Radar Bojonegoro - Banyak aduan permasalahan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP tahun ini. Dinas Pendidikan (Disdik) Blora akan lakukan evaluasi.

Berencana membuat skema pembatasan pilihan sekolah. Agar pendaftar tidak seenaknya pilih sekolah usai tidak diterima di sekolah favorit. ’’Banyak orang tua yang mengeluhkan, ada ketidakadilan dalam PPDB tahun ini, mulai jalur zonasi, prestasi dan sistem eleminasi,” ungkap Sekretaris Disdik Blora Nuril Huda.

Nuril mencontohkan, ada anak yang awalnya mendaftar sekolah favorit, namun tidak lolos. Akhirnya, pindah ke sekolah lainnya yang masih dalam satu zona. Secara otomatis dengan masuknya anak tersebut, akan menggeser posisi peserta didik yang sebelumnya sudah masuk.

Advertisement

’’Padahal awalnya masuk ranking, tapi karena ada peserta didik lain yang masuk, jadi tidak masuk,” ujarnya. Dari hal itu, pihaknya bersama dewan pengawas mengaku bakal melakukan evaluasi PPDB SD dan SMP untuk diterapkan tahun depan.

Disdik berencana menetapkan sistem tegas, peserta PPDB hanya boleh memilih beberapa sekolah saja. ’’Pandangan sistemnya nanti itu ketika anak tersebut tidak lolos dalam seleksi PPDB sekolah, agar tidak berpindah ke sekolah lain seenaknya,” ujarnya.

Setiap anak yang mendaftar dibatasi beberapa sekolah. Tentu, orang tua peserta didik bisa lebih memperhitungkan dengan matang kualitas anak dengan pilihan-pilihan sekolah yang ada. Baik melalui jalur zonasi, prestasi, dan jalur lainnya.

Advertisement

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto mengatakan, sistem PPDB harus terus dievaluasi untuk mengakomodasi kebutuhan peserta didik. Agar tidak terjadi permasalahan berulang. Menurutnya, setiap sistem yang dibuat pasti ada kekurangan dan kelebihan.

’’Sistem pendidikan saat ini dinamis. Maka perubahan setiap tahunnya harus ada. harus ada evaluasi, dan modifikasi sesuai perkembangan di lapangan,” ucapnya. (luk/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 DPRD Bojonegoro Desak Prioritaskan Warga Lokal, Kades Akui Proses Tak Transparan

DPRD Bojonegoro Desak Prioritaskan Warga Lokal, Kades Akui Proses Tak Transparan

Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Ahmad Supriyanto mendukung yang dilakukan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas agar Pertamina EP Sukowati Field komitmen dan memenuhi kesepakatan yang telah dibangun dengan warg

Butuh Solusi Jangka Panjang Bencana Langganan, DPRD Dorong Pembentukan Satgas Kebencanaan

Butuh Solusi Jangka Panjang Bencana Langganan, DPRD Dorong Pembentukan Satgas Kebencanaan

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro telah memanggil instansi terkait, mulai organisasi perangkat daerah (OPD) dari dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya (PKPCK), badan perencanaan pembangunan daerah (ba

Raperda Dana Abadi Lingkungan Kandas

Raperda Dana Abadi Lingkungan Kandas

Badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda) dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) gagal membahas rancangan peraturan daerah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer