Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Sekolah Sisan Ngaji di Blora Menyasar Semua Agama

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
ISTIRAHAT: Siswa-siswi SDN 1 Cepu sedang beristirahat sekaligus asyik bermain di halaman sekolah kemarin (25/3).
ISTIRAHAT: Siswa-siswi SDN 1 Cepu sedang beristirahat sekaligus asyik bermain di halaman sekolah kemarin (25/3).

BLORA, Radar Bojonegoro - Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) direncanakan menyasar siswa-siswi dengan semua latar belakang agama.Pihak sekolah mulai persiapkan diri. Kurukulum diproyeksikan menguatkan literasi sekaligus karakter religius masing-masing pelajar.


Advertisement

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora Sunaryo mengungkapkan, kurikulum SSN menyinergikan dengan kurikulum Kurikulum Merdeka. Rencananya, akan dimulai serentak pada tahun ajaran 2024/2025, tepatnya pada Juni mendatang di jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.

’’Program yang dicanangkan pak Bupati ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam penerapan pengetahuan keagamaannya,” jelasnya. Sunaryo mengatakan, SSN diselenggarakan pada pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Sehingga, siswa dapat mendalami dan mengembangkan sikap dan perilaku religius yang berguna bagi diri dan lingkungannya. Hal itu dalam rangka menunjang pengembangan karakter menuju Profil Pelajar Pancasila. ’’Materi SSN nantinya memuat praktik keagamaan bagi siswa dari semua agama yang dianutnya meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu,” paparnya.

Advertisement

Kepala SMPN 1 Blora Ainur Rofiq mengaku telah mempersiapkan perangkat sekolah untuk mendukung program SSN. Pihaknya mendukung karena tidak ada diskriminasi, semua siswa/i dengan semua latar belakang agama dapat hak yang sama.

’’Sekolah kami sudah mempersiapkan, kebetulan sekolah kami juga punya guru Katolik dan Kristen,” ucap dia. Ia menjelaskan, program SSN penting untuk diaplikasikan. Sebab, jam pendidikan agama yang disediakan kurikulum saat ini terasa masih kurang.

Terutama dalam penguatan perilaku dan akhlak siswa. ’’Jadi, ketika diterapkan nanti yang Islam melaksanakan kegiatan SSN, yang agama Kristen dan Katolik dilayani sesuai kurikulum SAS (sekolah Alkitab siswa),” tambahnya.

Advertisement

Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, muatan pembelajaran SSN nantinya berupa materi yang urgen dan kontekstual. Materi disusun sesuai dengan kultur budaya masyarakat Kabupaten Blora dan kontekstual. Sehingga, memudahkan siswa kelak saat hidup bermasyarakat.

’’Diharapkan siswa akan memiliki karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berahlak mulia sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila,” katanya. (luk/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

ATS Bojonegoro Tersisa 2.794 Anak, Dari Jumlah Sebelumnya 5.610

ATS Bojonegoro Tersisa 2.794 Anak, Dari Jumlah Sebelumnya 5.610

Jumlah anak tidak sekolah (ATS) menurun drastis dari 5.610 anak di awal 2026  hingga kemarin (5/11) di dasbor ATS Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen) menyisakan 2.794 ATS.

Lebih dari Seribu Anak Berkebutuhan Khusus di Blora Masih Tak Sekolah

Lebih dari Seribu Anak Berkebutuhan Khusus di Blora Masih Tak Sekolah

Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Blora masih sekitar 2.900 anak. Angka tersebut turun dari data awal sebanyak 3.869 anak setelah dilakukan verifikasi dan pemadanan data.

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Fenomena Pengangguran Terdidik, Ketika Gelar Sarjana Tak Menjamin Pekerjaan

Memiliki gelar sarjana selama ini kerap dianggap sebagai salah satu jalan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan taraf hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer