Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Dinsos P3A Blora Gandeng UNICEF

Achmad Syaeroyzi • Minggu, 18 Januari 2026 | 08:00 WIB
BERI PERHATIAN: Dinsos P3A Blora menggandeng UNICEF untuk menekan angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Blora.
BERI PERHATIAN: Dinsos P3A Blora menggandeng UNICEF untuk menekan angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Blora.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kasus kekerasan perempuan anak harus menjadi perhatian serius. Tahun lalu, kasus kekerasan perempuan anak di Kabupaten Blora mengalami tren peningkatan cukup signifikan.

Pemkab Blora melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A)  Blora menggandeng lembaga internasional, guna menekan angka kekerasan perempuan anak kedepannya.

Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk  Kusuma Agung Ariadi menjelaskan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Blora mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

"Di Tahun 2025 ada 25 kasus, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya (Tahun 2024, red) hanya delapan belas," paparnya.

Kasus kekerasan perempuan dan anak yang lebih banyak terungkap ini sebenarnya menunjukkan jika sudah banyak yang berani bersuara.

"Hidupnya forum anak di Kabupaten Blora dengan membekali sebagai pelopor dan pelapor, dan bahkan masyarakat sendiri sekarang berani speak up datang langsung ke kantor," katanya.

Luluk membenarkan, pihaknya telah menggandeng United Nations Childrens Fund (UNICEF) sebagai upaya menekan kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Blora.

"Kita selalu dipantau terus oleh UNICEF dalam rangka pendampingan terhadap kasus-kasus terhadap anak dan perempuan," terangnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya dilakukan  Tahun 2025 di Tahun 2026 juga mendapatkan pendampingan.

"Tidak semua kabupaten didampingi oleh UNICEF, tahun ini hanya lima  se- Jawa Tengah," tambahnya.

Luluk mengaku akan melakukan pertemuan segera, guna mempercepat pembekalan untuk penanganan terhadap kasus-kasus yang ada.

"Saat ini saya kumpulkan tokoh masyarakat sepuluh desa dan sepuluh  kecamatan, ada juga Babinsa dan Babinkantibmas," imbuhnya.

Menurut dia, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa diukur dengan nominal. "Psikologi anak yang mengalami kekerasan itu akan dialami selama dia hidup," pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kekerasan perempuan #Forum anak #Perempuan #Kekerasan #anak #Dinsos P3A #kasus kekerasan #unicef #united nations #Dinsos P3A Blora #blora