RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Blora melakukan studi tiru terkait dengan pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD). Terlebih, saat ini efisiensi anggaran dirasakan berimbas ke daerah.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, pihaknya ingin membangun sinergi kerja sama kedepan antara Blora dan Kota Bogor. Menurutnya, Blora hendak meniru Bogor terkait pengoptimalan PAD.
''Bogor PAD-nya bagus di tengah efisiensi pemotongan anggaran, tentunya ini kami ingin punya strategi untuk meningkatkan PAD," terang Bupati. “Maka dari itu, kami sangat ingin mempelajari strategi dari Kota Bogor dalam meningkatkan penerimaan PAD yang bisa menjadi bekal utama pada APBD,” sambungnya.
Walikota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, PAD Kota Bogor jumlahnya lebih dari Rp 1 triliun. Rinciannya, jumlah APBD Bogor Rp 3,3 triliun yang sebagian besar diperoleh dari PAD.
“Paling besar ya dari PAD. Lainnya itu dana bagi hasil, transfer daerah, dan sumber-sumber lain yang sah," terangnya.
Meski demikian Kota Bogor juga mengalami pemotongan transfer ke daerah.
“Seperti kita tahu pemotongan transfer daerah mencakup semua daerah, Kota Bogor tercatat Rp 250 miliar," jelasnya.
Untuk mengoptimalisasi penerimaan PAD 2026, Pemerintah Kota Bogor terus mendorong inovasi digitalisasi layanan pendapatan daerah melalui penerapan SIPDEH (Sistem Informasi Pajak Daerah), layanan E -SPPT, E-OPSIR, aplikasi pendataan dan pengawasan lapangan berbasis digital.
Hingga kaitannya dengan potensi pendapatan dari sektor parkir, saat ini terdapat sekitar 110 titik lokasi parkir tepi jalan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Bogor. Sementara parkir di lokasi pasar dikelola oleh Perumda. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana