Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPMD Bojonegoro: Sebanyak 79 Desa di Bojonegoro Belum Berstatus Mandiri

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:25 WIB
POTENSI WISATA: Dam di Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo dilirik sebagai potensi wisata. Pemdes setempat sedang proses perencanaan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
POTENSI WISATA: Dam di Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo dilirik sebagai potensi wisata. Pemdes setempat sedang proses perencanaan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 79 desa belum berubah status menjadi desa mandiri. Lantaran masih bernilai kurang dari 0,815. Masih menyandang status desa maju.

Hal ini memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Misal di Kecamatan Tambakrejo yang masih rendah di indeks ketahanan ekonomi. Ketersediaan akses jalan belum sepenuhnya memadai.

‘’Untuk status desa sangat tertinggal, tertinggal, dan berkembang sudah tidak ada lagi (di Bojonegoro),” kata Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Kerja Sama Desa (PKD) dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Eva Budiarto kemarin (25/2).

Eva melanjutkan, data pascapemutakhiran 2024 sebanyak 79 desa berstatus desa maju dan 240 desa menyandang desa mandiri. Berdasar klasifikasi nilai, desa mandiri memiliki indeks desa membangun (IDM) lebih dari 0,707 dan kurang atau sama dengan 0,815. Sedangkan, desa mandiri di angka lebih dari 0,815. ‘’Status itu per pemutakhiran 2024,” jelasnya.

Kepala DPMD Bojonegoro Machmuddin menjelaskan, berdasar klsifikasi nilia sejumlah tiga kecamatan masuk kategori maju. Meliputi Kecamatan Ngasem nilai 0,800; Kecamatan Tambakrejo dengan nilai 0,809; dan Kecamatan Ngambon nilai 0,796. ‘’Kalau dilihat dari nilia tiga kecamatan masuk kategori maju,” katanya.

Dikonformasi terpisah, Camat Ngasem Iwan Sopian mengatakan, dari komponen IDM di antaranya indeks ketahanan sosial (IKS) warga mudah mendapat akses ke pusat kesehatan dan pendidikan. Akses air bersih, sanitasi, listrik juga mudah.

Kemudian, di indeks ketahanan ekonomi (IKE), menurut Iwan, Kecamatan Ngasem memiliki produksi unit usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang beragam. Serta memiliki pusat perdagangan dan akses perbankan. ‘’Untuk IKL (indeks ketahanan lingkungan) kualitas lingkungan bersih, terbentuk destana (desa tanggap bencana), dan pos bantu damkarmat (pemadam kebakaran dan penyelamatan),” tambahnya.

Camat Ngambon Ridwan Sayyadi menambahkan, dari lima desa yang ada, dua desa masuk kategori mandiri dan tiga desa lainnya masih berstatus maju. ‘’Status mandiri meliputi Desa Ngambon dan Sengon. Untuk Desa Bondol, Karangmangu, dan Nglampin kategori maju,” bebernya.

Camat Tambakrejo Kasmari menjelaksan, tidak ada status desa berkembang di daerahnya. Namun, jika dilihat dari skor penilaian IDM tiga indikator yang masih rendah di IKE. Yakni akses ke lembaga keuangan, keberadaan pasar desa, ketersediaan sarana prasarana (sarpras) jalan, hingga transportasi masih kurang. ‘’Yang masih rendah adalah IKE,” ujarnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#camat #tambakrejo #kualitas hidup #Desa #Desa mandiri #Desa Maju #Ngasem #umkm #Ekonomi #bojonegoro #ike #ngambon #DPMD Bojonegoro #DPMD