Cek Versi Doa Iftitah Muhammadiyah, NU, dan Perbedaan Mazhabnya


RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bacaan pembuka sholat teman di samping Anda terdengar berbeda? Doa iftitah, yang dibaca oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia, setelah takbiratul ihram dan sebelum surat Al-Fatihah, merupakan 'jembatan' spiritual yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Sebagai bentuk penghormatan, pujian, sekaligus pengakuan dosa di hadapan Allah SWT, doa ini dibaca secara lirih (sirr) guna mempersiapkan mental seorang hamba sebelum memulai rangkaian inti sholat. Meski bersifat sunnah menurut mayoritas ulama, keanekaragaman versinya mencerminkan kekayaan tradisi yang diwariskan langsung oleh para sahabat Nabi.
Pilihan Versi: Mana yang Biasa Anda Baca?
Setiap versi doa iftitah memiliki kedalaman makna tersendiri. Berikut adalah beberapa "pintu pembuka" sholat yang paling populer:
1. Versi Muhammadiyah (Berdasarkan Hadits Abu Hurairah RA)
Bagi warga Muhammadiyah, bacaan ini adalah standar utama yang merujuk pada pembersihan diri dari dosa.
Baca Juga: Doa Nabi Daud Meluluhkan Hati Seseorang: Amalan Jodoh dan Keharmonisan
Arab: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ
Latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.
Artinya: "Wahai Allah jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin."
2. Versi Ali bin Abi Thalib RA (Sering Digunakan Kalangan Nahdliyin)
Versi ini menekankan pada kepasrahan total dan tauhid yang kuat.
Latin: Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal-ardha haniifan... (hingga akhir).
Artinya: "Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri sedangkan aku bukan bagian dari orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam..."
3. Versi Umar bin Khattab RA (Singkat & Padat)
Jika Anda mencari yang ringkas namun penuh pujian, bacaan dari Umar bin Khattab ini pilihannya:
Latin: Subhaanaka allaahumma wa bihamdika, tabaarakasmuka, wa ta'aalaa jadduka, wa laa ilaaha ghayruka.
Artinya: "Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau."
Polemik Hukum: Mengapa Mazhab Maliki Menyebutnya Makruh?
Meskipun mayoritas ulama (Hanafi, Syafi'i, dan Hambali) sepakat bahwa iftitah adalah sunnah yang menyempurnakan sholat, ada sudut pandang unik dari Mazhab Maliki.
Isnan Ansory dalam bukunya Ritual Sholat Rasulullah SAW Menurut 4 Mazhab menjelaskan bahwa sebagian ulama Maliki memandang bacaan ini makruh atau bahkan bid'ah. Mengapa demikian? Mereka khawatir jika bacaan tambahan ini terus dipopulerkan, masyarakat awam akan menganggapnya sebagai bagian yang wajib, sehingga bisa mengubah esensi rukun sholat yang asli.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




