UJI coba program MBG andalan Presiden Prabowo Subianto belum menyetuh seluruh wilayah. terutama pedesaan Bojonegoro. Harapannya program digadang memberi manfaat bagi siswa dan orang tua itu segera terealisasi di seluruh wilayah.
’’Kemarin sudah didata sejak lama. Sekitar pertengahan Desember dari kodim (komando distrik militer) yang membawahi programnya,” kata Kepala SDN Padang Mentoyo, Kecamatan Kapas Ma’sum kemarin (12/1).
Dia melanjutkan, pendataan telah dilakukan di beberapa desa turut Kecamatan Kapas. Meliputi Desa Sembung, Bangilan, Padangmentoyo, sampai Tapelan. Menurutnya, berdasar informasi saat pendataan MBG direalisasikan 2025.
Namun, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut. Dia berharap, sekolah dipimpinnya segera menerima manfaat. ’’Dulu sudah didata beberapa desa sebagai sampling. Namun, belum ada realisasi sampai sekarang. Informasinya tahun ini (dilaksanakan),” imbuhnya.
Pria domisili Desa Deru, Kecamatan Sumberejo itu mengatakan, berdasar informasi awal progran MBG menyasar tidak hanya siswa, tapi juga tenaga pendidik. Namun, dari informasi akhir diterimanya hanya diberikan kepada siswa.
’’Harapannya segera terealisasi. Karena niat kami jika siswa mendapat makan siang, maka jam belajar ditambah,” bebernya. Ma’sum menambahkan, adanya program MBG diharapkan membantu orang tua siswa kurang mampu.
Sementara itu, Kades Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo Sudadi mengaku, desanya belum menerima manfaat program MBG. Namun, dia belum memberi informasi lebih lanjut terkait permintaan data dilakukan untuk desanya. ’’Desa kami belum. Kelihatannya daerah kota sudah (ada realisasi),” ucapnya. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana