Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berbagai Ormas Bojonegoro Klaim Telah Lakukan Program Penekanan Diska

D
Penulis: Dewi Safitri❯
Infografis Pernikahan Dini di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Pernikahan Dini di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) mengklaim turut ambil bagian dalam ikhtiar menahan laju pernikahan anak. Meski hasilnya belum sepenuhnya signifikan, langkah-langkah pencegahan terus diupayakan dari berbagai lini.

Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro Siti Nurhayati mengatakan, melalui program Inklusi Aisyiyah sudah menghasilkan sebuah dokumen Strada Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Yang selalu dikawal untuk menjadi Peraturan Bupati (Perbup) PPA, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Advertisement

Selain itu, lanjutnya, melalui program Inklusi sudah memfasilitasi perjanjian kerjasama antara DP3AKB dengan PA dan Kementerian Agama. Juga kegiatan Like-R yang dilaksanakan di Sekolah Muhammadiyah maupun Sekolah Negeri di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro.

“Sosialisasi melalui jamaah pengajian Aisyiyah dengan materi pencegahan pernikahan anak juga dilakukan,” bebernya. Senior Program Inklusi Aisyiyah Bojonegoro tersebut mengatakan, sembari menunggu dokumen Strada PPA diperbupkan.

Telah dibangun sebuah alur melalui penandatanganan nota kesepahaman tingkat kabupaten yg diikuti forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dengan ormas, termasuk PD Aisyiyah. Ditindaklanjuti di tingkat Kecamatan dan rencana tingkat desa akan dibentuk satgas PPA.

Advertisement

“Sebenarnya ikhtiar sudah selalu diusahakan, tapi menekan angka diska itu tidak mudah. Dan, sebenarnya angka Diska itu bisa ditekan mulai dari desa. Perlu adanya sebuah SOP/Regulasi,” terangnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kepohbaru, Siti Erwiyanti mengatakan, PAC Fatayat NU terlibat langsung dalam program pencegahan dan penanganan kekerasan dan perkawinan anak. Dan, bersama-sama dengan forkopimcam serta Kepala KUA menandatangani MoU terkait hal tersebut.

“Hal ini sudah kami kaver di rapat program kerja yang akan kami konsolidasikan bersama MWC NU besok (12/1). Kalau di tingkat PC sudah terlaksana hari ini (11/1) di Ngraho,” bebernya kemarin (11/1). (ewi/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

OPINI: Beban Berat NU Pasca-Muktamar

OPINI: Beban Berat NU Pasca-Muktamar

Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) 2026-2031 sudah diumumkan. Jumlah personelnya 210 orang. Periode lima tahun sebelum ini, 2021-2026, hanya 189 orang.

Nahdlatul Ulama, Pesantren, dan Intelektual Masa Depan

Nahdlatul Ulama, Pesantren, dan Intelektual Masa Depan

KIAI Haji (KH) Wahab Chasbullah begitu kerasan saat singgah di Padangan, Bojonegoro. Era 1930, kiai pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu kerap mampir di Padangan. Kawasan dekat Bengawan.

Perempuan Asal Blora Pimpin Ormas ORI Jawa Tengah, Sri Endahwati Resmi Dilantik

Perempuan Asal Blora Pimpin Ormas ORI Jawa Tengah, Sri Endahwati Resmi Dilantik

Dalam pelantikan tersebut, Sri Endahwati, perempuan asal Blora yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Blora, dipercaya menjadi ketua pertama ORI Provinsi Jawa Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer