BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jerit dan tangis pecah di salah satu rumah dari Gang Depo, Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota sekitar pukul 15.30 WIB kemarin (7/7). Sebab, Sutrisno dan Sulistyorini, harus mendengarkan kabar anaknya tertabrak kereta api (KA) saat tengah bermain layangan.
Lokasi kejadian berada di barat perlintasan sebidang Stasiun Bojonegoro itu, menggegerkan warga setempat. Korban yakni Mochamad Bagaskara, kehilangan nyawa setelah tertabrak KA Cargo dari barat hingga terpental lima meter dari lokasi kejadian.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif membenarkan, peristiwa tersebut. Berdasar laporan kejadian, korban sedang bermain layangan di dekat jalur KA Limas Priuk Cargo 2. Meski sudah membunyikan semboyan 35 (klakson panjang) berkali-kali, namun tidak mendengar. ’’Akhirnya, menemper KA 2516A (Limas Priuk Cargo 2), sekitar pukul 15.25 WIB,” bebernya.
Zaka, salah satu teman korban mengungkapkan, bahwa korban sudah sempat diteriaki teman-temannya saat ada kereta mau lewat. Menurutnya, korban baru sadar ketika bel panjang dan kereta sudah dekat. ’’Sepertinya memang sering bermain, karena rumahnya dekat dengan rel,” terangnya.
Kistini, Ketua RT 14 RW 04 Kelurahan Sumbang mengatakan, bahwa keluarga korban langsung histeris saat tahu kejadian tersebut. Dirinya dan warga pun langsung menenangkan. Diketahui, korban masih berusia 11 tahun, dan menginjak kelas 6 SD. ’’Meninggalkan kedua orang tua dan satu kakaknya,” ungkapnya.
Sementara itu, pasca kejadian pukul 15.30 tersebut, petugas Polsek Bojonegoro langsung menuju TKP untuk melakukan evakuasi. Namun, proses evakuasi sempat mengalami kendala, sebab kondisi tubuh korban yang tak utuh karena benturan keras. ’’Korban sudah dibawa sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung dilarikan ke RSUD,” ungkap Kapolsek Kota Bojonegoro Kompol Mukodam. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana