Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Angkutan Pelajar Gratis Siap Kembali Mengaspal usai Lebaran, Sejumlah Sekolah Masih Terkendala Rute

Hakam Alghivari • Minggu, 15 Februari 2026 | 20:15 WIB
ANGKUTAN: Sekolah dan siswa menantikan angkutan pelajar gratis beroperasi kembali.
ANGKUTAN: Sekolah dan siswa menantikan angkutan pelajar gratis beroperasi kembali.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Angkutan Pelajar (Apel) gratis dan Angkutan Sekolah Disabilitas akan kembali beroperasi usai Lebaran 2026 setelah sempat berhenti karena administrasi. Meski demikian, masih terdapat lembaga sekolah yang belum sepenuhnya terakomodasi karena keterbatasan trayek dan armada.

Layanan Apel dijadwalkan kembali beroperasi bersamaan dengan masuknya siswa ke sekolah setelah libur Idulfitri, sekitar akhir Maret hingga awal April 2026. Program ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan pelajar sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di usia sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro Welly Fitrama menyatakan, keberlanjutan program Apel telah dipastikan dan masuk dalam skema pendanaan APBD 2026. Saat ini, Dishub tengah merampungkan proses administrasi dan kesiapan operasional agar layanan dapat kembali berjalan.

“Target kami, layanan sudah siap beroperasi kembali saat siswa masuk sekolah setelah libur Lebaran,” ujar Welly. Menurut laporan dari laman Pemkab Bojonegoro, pada 2025 lalu, program Apel melibatkan 107 armada yang melayani tujuh rute utama di wilayah perkotaan dan sejumlah kecamatan, seperti Baureno, Padangan, Temayang, Tambakrejo, Kalitidu, Ngasem, hingga Sumberrejo.

Sebanyak 4.903 siswa dari 88 lembaga pendidikan telahmerasakan dampaknya, termasuk angkutan khusus disabilitas yang menjangkau 13 lembaga pendidikan. Meski demikian, belum semua sekolah dapat terlayani secara optimal.

Kepala SMP Negeri 4 Bojonegoro Agus Sugianto mengatakan, hingga kini belum ada trayek angkutan pelajar yang secara khusus menjangkau sekolahnya. Ia menjelaskan, kendala tersebut dipengaruhi oleh sebaran domisili siswa yang cukup luas dan lintas wilayah.

“Karena siswa kami menyebar berasal dari Simo (Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban), Semanding, Ngampel, Kalirejo, Ngrowo, dan sekitar Campurejo,” ujarnya.

Kepala SMPN Kasiman Sholichin menyampaikan, bahwa rata-rata siswanya bertempat tinggal di Kecamatan Kedewan dan Malo. Juga ada yang ada Senori dan Banyuurip Tuban. ’’Dari tempat tinggal ke sekolah kan rata-rata di atas lima kilometer. Jadi, besar harapan kami kemarin mengajukan ke Pak Bupati supaya ada angkutan gratis,” bebernya.

Jadi, meski program Apel kembali dioperasikan, tantangan pemerataan layanan masih perlu mendapat perhatian. Penyesuaian rute dan armada dinilai penting agar manfaat angkutan pelajar benar-benar dirasakan oleh seluruh sekolah di Bojonegoro. (kam/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#disabilitas #Perkotaan #Dishub #administrasi #Pendidikan #pelajar #dishub bojonegoro #pemkab bojonegoro #Lebaran #angkutan #apl #bojonegoro #Sekolah #Angkutan Pelajar #idulfitri