Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bahaya 'Sharenting': Lindungi Privasi Anak di Era Digital

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 6 Juli 2025 | 19:41 WIB
Ilustrasi orang tua mendampingi anaknya screen time
Ilustrasi orang tua mendampingi anaknya screen time

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di era digital ini, membagikan momen tumbuh kembang anak di media sosial sudah menjadi hal umum. Namun, di balik kebahagiaan berbagi, tersimpan sebuah ancaman yang disebut 'sharenting'.

Istilah ini merujuk pada kebiasaan orang tua yang membagikan terlalu banyak informasi pribadi atau foto/video anak di platform daring, seringkali tanpa memikirkan potensi konsekuensi jangka panjang bagi privasi dan keamanan anak.

Apa itu 'Sharenting' dan Mengapa Berbahaya?

Sharenting adalah gabungan dari kata 'share' (berbagi) dan 'parenting' (pengasuhan). Ini mencakup segala bentuk unggahan orang tua di media sosial yang mengandung informasi pribadi anak, mulai dari foto saat mandi, video tantrum, lokasi sekolah, hingga detail medis.

Bahaya dari sharenting tidak bisa dianggap remeh:

Tips Menjaga Privasi Anak di Media Sosial

Meskipun sharenting berisiko, bukan berarti orang tua harus sepenuhnya berhenti berbagi momen bahagia. Kuncinya adalah menjadi bijak dan bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga privasi anak:

Pertimbangkan Sebelum Mengunggah

Selalu tanyakan pada diri sendiri: "Apakah foto/video ini akan membuat anak saya merasa malu di masa depan?" atau "Apakah ada informasi sensitif yang bisa dieksploitasi?" Jika ragu, lebih baik tidak diunggah.

Periksa Pengaturan Privasi

Pastikan profil media sosial Anda diatur ke 'Pribadi' atau 'Hanya Teman'. Batasi siapa saja yang bisa melihat unggahan anda.

Hindari Informasi Lokasi

Matikan fitur geotagging saat mengunggah foto atau video anak. Jangan pernah mengunggah foto yang menunjukkan lokasi spesifik seperti alamat rumah, sekolah, atau tempat les.

 

Sensor Informasi Sensitif

Jika harus mengunggah akta kelahiran atau sertifikat penghargaan anak, tutupi informasi sensitif seperti nama lengkap, tanggal lahir, atau alamat.

Pikirkan Konten "Memalukan"

Hindari mengunggah foto atau video anak saat tantrum, telanjang, atau dalam situasi yang bisa dianggap memalukan di kemudian hari.

Libatkan Anak dalam Keputusan (jika sudah besar)

Untuk anak yang sudah cukup dewasa (misalnya, usia sekolah dasar ke atas), libatkan mereka dalam keputusan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diunggah tentang mereka. Ini melatih mereka memahami konsep privasi dan jejak digital.

Batasi Jumlah Unggahan

Tidak perlu mengunggah setiap momen. Pilih momen-momen istimewa saja.

Gunakan Grup Tertutup atau Aplikasi Khusus

Untuk berbagi dengan keluarga besar, pertimbangkan menggunakan grup pesan tertutup atau aplikasi berbagi foto khusus yang lebih aman.

Kapan Media Sosial Berguna untuk Orang Tua?

Meskipun ada risiko sharenting, media sosial tetap memiliki kegunaan positif bagi orang tua jika digunakan secara bijak:

Pada akhirnya, tanggung jawab ada di tangan orang tua. Dengan kesadaran akan risiko dan penerapan tips keamanan yang tepat, orang tua bisa tetap berbagi kebahagiaan tanpa mengorbankan privasi dan masa depan anak di era digital. (yna)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#informasi pribadi #unggahan #anak #sharenting #orang tua #jejak digital #media sosial #parenting