Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bisnis Paling Cuan di Bojonegoro Sepanjang 2025

M. Nurkhozim • Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:47 WIB
TRUK MOLEN : Truk molen banyak melintas di Bojonegoro saat proyek fisik dikerjakan.
TRUK MOLEN : Truk molen banyak melintas di Bojonegoro saat proyek fisik dikerjakan.

Bisnis apa yang paling menguntungkan selama 2025 di Bojonegoro?

Jawabannya: pabrik beton.

Selama 2025, pabrikan beton dipastikan banyak mendulang cuan. Sebenarnya, bukan hanya pada 2025 pabrikan beton mendapat banyak cuan, tetapi sudah berlangsung bertahun-tahun. Tepatnya sejak Bojonegoro mulai gencar membangun.

Pembangunan tentu membutuhkan material beton, baik untuk pengecoran jalan, gedung, jembatan, hingga saluran air.

Tahun lalu, pabrikan beton di Bojonegoro dan sekitarnya benar-benar over capacity. Banyak yang sampai menolak pesanan karena jumlah permintaan sangat tinggi.

Sebenarnya, pesanan beton tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaan proyek.

Sebelum 2025, proyek dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah tersusun. Kalaupun molor, tidak terlalu lama, paling hanya satu atau dua bulan dari jadwal.

Namun, pada 2025 tidak demikian. Proyek diluncurkan pada empat bulan terakhir menjelang tutup tahun. Di sisi lain, proyek di desa yang bersumber dari bantuan keuangan desa (BKD) juga diluncurkan. Total anggaran proyek desa ini sangat besar, mencapai Rp860 miliar.

Jika proyek yang ditangani pemkab senilai Rp1,5 triliun ditambah BKD, totalnya sudah lebih dari Rp2 triliun. Bisa dibayangkan, jika semua proyek itu membutuhkan beton, berapa cuan yang diterima pabrikan.

Semua proyek itu muncul pada waktu yang bersamaan. Target selesainya juga bersamaan, yakni sebelum tutup tahun. Maka, pada saat itu pula pabrikan beton kebanjiran order. Siapa cepat, dia dapat. Pembayaran harus menggunakan uang tunai, tidak bisa dibayar setelah pencairan.

“Tahun 2025 adalah tahun yang melelahkan bagi kontraktor,” ungkap Ketua Gapensi Bojonegoro, Yudi Maniaji.

Kontraktor adalah pihak yang mendapatkan proyek. Merekalah yang berkontrak dengan dinas. Namun, mereka tetap harus membeli beton ke pabrik karena kontraktor tidak memiliki pabrik.

Menurut Yudi, mepetnya pengerjaan membuat kontraktor tidak lagi memikirkan keuntungan besar. Bahkan, tidak lagi memikirkan keuntungan. “Yang penting pekerjaan selesai tepat waktu dan tidak rugi,” tuturnya.

Jika pekerjaan tidak selesai sebelum tutup tahun, kontraktor akan mengalami banyak kerugian. Pertama, denda keterlambatan yang dihitung per hari. Kedua, membengkaknya bunga pinjaman, jika modal kontraktor berasal dari utang bank.

“Rata-rata kontraktor Bojonegoro modalnya utang bank,” jelasnya.

Dari situ, pihak yang paling diuntungkan dari kegiatan proyek konstruksi 2025 adalah pabrikan. Sebab, proyek sedang banyak dan dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.

“Namun, jika proyek mulai berkurang, pabrikan beton akan bersaing ketat. Itu sebentar lagi,” ujarnya.

Salah satu yang sudah banyak berkurang adalah proyek jalan rigid beton karena banyak jalan di Bojonegoro sudah dibangun.

Jika hal itu terjadi pada bidang lainnya, pabrikan beton harus bersiap menghadapi masa sulit.

Saat ini, mereka sedang memasuki masa kejayaan karena proyek sedang banyak-banyaknya. (NURKOZIM)

 

Editor : M. Nurkhozim
#DPUBMPR #bojonegoro #Gapensi Jatim