Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga Jenis Haji dan Waktu Pelaksanaan, yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Hakam Alghivari • Kamis, 6 Juni 2024 | 00:02 WIB
JENIS-JENIS HAJI
JENIS-JENIS HAJI

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Haji merupakan rukun islam yang ke lima, ibadah haji menjadi wajib hukumnya bagi setiap muslim yang mampu, mampu dalam artian baik mampu secara finansial maupun fisik, untuk melaksanakannya setidaknya sekali seumur hidup. Haji terbagai menjadi tiga jenis.

 

Tiap jenis haji yang akan kita bahas memiliki ciri khas masing - masing dan waktu pelaksanaanyapun berbeda. Lalu apa saja perbedaan dari tiap jenis haji dan apa saja tiga jenis haji dalam islam?

 Baca Juga: Persiapan Mental Untuk Jemaah Haji Yang Perlu Dilakukan Sebelum Berangkat, Simak Apa Saja

Jenis haji dalam islam dan waktu pelaksanaan, serta ciri khas tiga jenis haji tersebut.

 

  1. Haji Tamattu: Secara harfiah kata Tamattu mempunyai makna bersenang - senang, atau menikmati. Lalu dalam konteks ibadah haji, merujuk pada cara pelaksanaan dimana jamaah menikmati masa antara pelaksanaan umrah dan haji tanpa kewajiban ihram yang berkelanjutan. Haji tamattu memberikan kelonggaran bagi para jamaah karena memungkinkan untuk mereka dapat keluar dari keadaan ihram setelah umrah dan menjalani kehidupan sehari - hari hingga dimulainya ibadah haji. Ketika jamaah memilih haji tamattu, maka pelaksanaan umrah dan haji dalam satu perjalanan memberiksn kesempatan memperoleh pahala yang besar karena menjalankan dua ibadah utama dalam waktu yang berdekatan.

Pelaksanaan Haji Tamattu

Pelaksanaan ibadah haji tamattu dimulai dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji (Syawal, Dzulqa’dah, dan awal Dzulhijjah). Jamaah memulai perjalanan dengan niat untuk umrah dari miqat (tempat memulai ihram) yang telah ditentukan.

Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melakukan tawaf, sa’I dan juga mencukur atau memotong sebagian rambut (tahallul) untuk keluar dari keadaan ihram. Setelah tahallul, jamaah dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa batasan ihram.Kemudian, pada 8 Dzulhijjah, jamaah kembali mengenakan ihram untuk melaksanakan haji. Jamaah haji tamattu akan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Seperti bermalam di Mina, kemudian wukuf bermalam di Muzdalifah, melontar jumrah, tawaf ifadah, sa’i, dan tahallul kedua.

Setelah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji, jamaah melakukan tahallul kedua dengan mencukur atau memotong sebagian rambut.

Pada tahap ini, jamaah sepenuhnya keluar dari keadaan ihram dan menyelesaikan ibadah haji dengan tawaf wada’ sebelum meninggalkan Mekah. 

Editor : Hakam Alghivari
#niat haji #Haji 2024 #ibadah haji #bojonegoro