Radar Bojonegoro - Praktik prostitusi di rel bengkong (RBK) Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, diduga masih berjalan. Warung kopi plus-plus sekaligus menyediakan kamar untuk praktik prostitusi. Temuan itu menyusul penindakan satpol PP Rabu malam (4/11).Sehingga kedepannya akan lebih intensif melakukan patroli di wilayah tersebut.
Kepala Satpol PP Bojonegoro Arief Nanang Sugianto mengatakan, dugaan tersebut cukup kuat usai pihaknya melakukan penertiban di salah satu warung dan rumah kos. Selain ada barang bukti, pelaku di warung juga sudah ada pengakuan. ‘’Ada indikasi masih berjalan. Karena mereka mengakui kalau ada proses jual beli (transaksi),” katanya kemarin (5/11).
Menurut dia, sebelum ini pihaknya mengaku seringkali mela kukan patroli di lokasi. Namun, kondisinya tidak ada kejanggalan. Karena warung-warung maupun rumah kos di sekitaran lokasi tampak seperti warung pada umumnya. ‘’Karena terlihat seperti warung biasa. Tapi, di dalamnya ada kamar. Kos-kosan juga sama (terlihat biasa),” ujar pria juga mantan Camat Kasiman itu.
Menurut Arief, barang bukti ditemukan yakni sejumlah alat kontrasepsi dan tisu basah. Se mentara untuk di warung, petu gasnya juga mendapati seorang wanita tuna susila (WTS) keluar dari kamar dalam kondisi tidak mengenakan pakaian. ‘’Sedang melayani tamu. Keluar kamar saat kami datang,” lanjutnya.
Temuan itu, pihaknya akan lebih intens patroli di kawasan RBK di Jalan Pondok Pinang. Juga meminta masyarakat lebih pro-aktif ikut mengawasi dan melaporkan. Sebab, praktik prostitusi di RBK terindikasi kuat masih berjalan. Baik itu di warung-warung maupun rumah kos.
‘’Kedepannya kami akan lebih intens patroli dan melakukan pengawasan rutin di lokasi,” tegas dia. Adapun penindakan Rabu (4/11) lalu, petugas berhasil mengamankan delapan orang. Dua pasangan bukan suami istri untuk di rumah kos. Berduaan di dalam kamar dengan kondisi pintu tertutup di atas pukul 22.00.
Sementara di warung, mengamankan satu pasangan sedang berada di kamar dan dua orang wanita di luar kamar. Untuk dua wanita itu, salah satunya bergelagat menunggu tamu, dan satunya pemilik warung.
Menurut Arief, pihaknya telah membawa seluruh pelaku ke kantor. Untuk pembinaan dengan membuat surat pernyataan dan memanggil pihak keluarga masing-masing. Sedangkan untuk pelaku WTS dan pemilik warung diajukan sidang tipiring. ‘’Mereka semua juga telah kami tes HIV. Hasilnya negatif semua,” tutupnya.
Editor : Indra Gunawan