Radar Bojonegoro - Asal-usul serta makna Bojonegoro memiliki beberapa versi. Setidaknya dari dua buku Sejarah Kabupaten Bojonegoro (Menyingkap Kehidupan dari Masa ke Masa) dan Sejarah Bojonegoro: Bunga Rampai ada tiga makna dari nama Bojonegoro.
Menurut AD Corners dari Islandsche Zaken menjelaskan, bahwa penggunaan istilah boodjo berasal dari bahasa Kawi yang artinya memberi makan dan negoro itu negara. Jadi, Bojonegoro merupakan negara yang mampu memberikan makanan kepada rakyatnya.
Sementara itu, drs. Koesdim berpendapat lain, bahwa berdasar kata bahasa Kawi yang mengandung makna makanan adalah bhoja atau bhojana bukan boodjo atau bodjo. Kata boodjo atau bodjo berarti istri dalam bahasa Indonesia.
Karena itu, perlu dipertanyakan, bagaimana seharusnya penulisan yang benar agar makna kata Bojonegoro juga lebih jelas. Koesdim menganggap nama Bojonegoro memang diberikan oleh pemerintah penjajah Belanda karena memang Bojonegoro telah mampu direbut kembali oleh gupernemen dari Bupati ke-10 Raden Tumenggung Sosrodilogo (1827-1828).
Gupernemen ingin membersihkan orang-orang dianggap pemberontak. Sehingga gupernemen mampu lebih kuat dan tangguh. Sebab pembangunan Kota Bojonegoro pada 1828 bertujuan untuk kepentingan pemerintah Belanda.
Lalu, dari buku Sejarah Bojonegoro: Bunga Rampai, Bojonegoro diartikan bahwa bodjo itu memiliki makna senangsenang, kebebasan, dan pesta. Sedangkan negoro adalah negara. Tetapi hal tersebut mungkin juga memiliki korelasi yang tepat. Karena dulunya rakyat Jipang/Rajekwesi sangat menjunjung tinggi kebebasan dan benci dengan sistem imperialisme kolonialisme penjajah Belanda. Sehingga rakyat Jipang atau Rajekwesi yang sangat suka kebebasan mau bergabung dengan aksi pemberontakan Sosrodilogo.
Editor : Indra Gunawan