Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Proses Pembuatan Robot, Berbahan Utama Styrofoam dan Panel Surya

Bachtiar Febrianto • Rabu, 11 Juli 2018 | 15:19 WIB
Proses Pembuatan Robot, Berbahan Utama Styrofoam dan Panel Surya
Proses Pembuatan Robot, Berbahan Utama Styrofoam dan Panel Surya


BOJONEGORO - Kini tengah gencar peralatan bertenaga surya. Bahkan, kini sejumlah siswa tengah mengembangkan robot bertenaga surya. Robot itu tengah memenangkan kejuaraan di Malaysia.


Lima siswa tengah sibuk di sebuah ruangan. Masing-masing siswa memegang alat. Ada yang memegang obeng, kabel, dan beberapa benda yang siap dirakit. Sesekali mereka rehat sejenak dengan menyandarkan punggung ke tembok untuk mengusir lemah. Dua jam kemudian sebuah robot amphibi jadi.


Mereka kemudian memanaskan robot itu ke sinar matahari. Sejurus kemudian, robot amphibi tersebut berjalan. “Dinamakan robot amphibi karena bisa berjalan di air juga,” kata Idham Khalid, salah satu perakit robot.


Pembuatan robot amphibi tenaga surya tersebut sebenarnya sangat simpel. Sebab, bahan-bahan yang digunakan juga tidak terlalu sulit untuk didapatkan. Tidak seperti robot jenis lainnya yang bahan-bahannya harus dibeli dari luar negeri. “Bahannya paling banyak dari styrofoam, motor penggerak, dan panel surya,” ungkap dia.


Dia menuturkan, robot tenaga surya adalah model baru. Sebab, tidak banyak menggunakan tenaga baterai atau listrik. Robot tersebut juga lebih awet karena energi yang dibutuhkan hanya energi cahaya. “Energinya hanya bersumber dari cahaya,” kata Idham.


Awalnya, sumber energi robot tersebut hanya bersumber dari sinar matahari. Namun, mereka terus mengembangkannya. Sehingga, robot tersebut kini bisa berfungsi hanya dengan menggunakan cahaya lampu. “Jadi, asalkan kena cahaya bisa jalan. Baik cahaya matahari maupun cahaya lampu,“ ungkap siswa SMAN 1 Baureno itu.


Robot tenaga surya adalah robot masa depan. Sebab, tidak membutuhkan energi yang banyak yang mengidupkannya. Sehingga, ke depan dipastikan banyak bermunculan robot-robot bertenaga surya.


Robot ini bisa berjalan sejauh 10 meter. Itu selama ada cahaya yang menerangi. Begitu juga ketika berjalan di air, harus selalu ada cahayanya. Kelemahannya, solar cell-nya masih belum bisa menyimpan energi panas dalam jangka waktu lama.


Minggu lalu, robot tersebut diikutkan kompetisi di  Malaysia. Robot tersebut berhasil menyabet juara. Sebagai mesin robot bertenaga surya terbaik dalam ruangan. Sebab, sebelumnyam robot-robot bertenaga surya hanya mampu bertahan di luar ruangan. “Kalau kami dalam dan di luar ruangan bisa aktif,“ jelasnya.


Selain menyabet juara terbaik robot solar cell, juga terbaik robot dengan desain terbaik. Sebab, mereka juga membuat robot dengan memanfaatkan baling-baling di bagian roda. Selain itu, juga memakai kaleng bekas minuan untuk rodanya. “Alhamdulillah kami berhasil menyabet dua juara sekaligus,“ jelasnya.


Lomba diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Pemerintah Malaysia. Lomba tersebut selanjutnya akan dilaksanakan di Indonesia. “Jika jadi, akan dilaksanakan di Bojonegoro. Yaitu, di sekolah robot SMAN 1 Baureno. Namun, hal tersebut masih dalam pembahasan. Sebab, melihat kesiapan lokasi di Bojonegoro,“ ungkap dia.


Editor : Bachtiar Febrianto
#boks #bojonegoro #panel surya