Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sulung dan Risma, Pasangan Atlet Embu Nasional

Bachtiar Febrianto • Sabtu, 14 April 2018 | 13:35 WIB
Sulung dan Risma, Pasangan Atlet Embu Nasional
Sulung dan Risma, Pasangan Atlet Embu Nasional



FEATURES - Senyum Sulung dan Risma langsung mengembang ketika ditemui Jawa Pos Radar Tuban di sekolahnya SMPN 1 Semanding beberapa hari yang lalu. Selama diwawancarai, Risma lebih aktif menjawab pertanyaan terkait prestasi mereka selama ini. Sementara Sulung terlihat malu-malu. Dia hanya sesekali menjawab jika pasangan tandingnya tersebut lupa. Kekompakan mereka begitu terlihat ketika sejumlah pertanyaan wartawan koran ini dijawabbersamaan.


Wajarnya remaja, atlet yang memiliki nama lengkap Sulung Siambari dan Tarisma Disti Milasari ini kerap bercanda untuk memperlihatkan keakrabannya. Kekompakan duo atlet ini bukan tanpa alasan. Mereka bertatap muka tidak hanya ketika di sekolah. Di rumah pun sering bersama karena masih tetangga desa. Begitu juga dojo atau tempat latihannya, juga sama di Balai Desa Prunggahan Wetan. Kedua atlet ini sama-sama pemegang sabuk hijau. 


Kekompakan mereka memudahkan pelatih untuk menyatukan kedua atlet pasangan embu (seni gerakan) campuran tersebut. Pilihan sang pelatih untuk mempersatukan dua remaja ini tidak salah. Berbagai raihan prestasi sudah mereka kantongi. Terbaru, mereka meraih medali perak dalam Kejuaraan Shorinji Kempo Pasar Minggu Terbuka III, di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan. ‘’Bangga karena mengalahkan banyak atlet tanah air,’’ kata Risma yang diamini Sulung.


Tidak mudah untuk menyandang gelar jawara nasional. Risma menceritakan, banyak persiapan yang harus dilakukan. Seperti halnya sebelum berkompetisi di Jakarta pada 13-14 Januari lalu. Mereka harus latihan lebih dari tiga bulan penuh setiap hari. Porsi latihannya pun terbilang cukup berat. Sepulang sekolah, sekitar pukul 15.00 mereka langsung melatih fisik hingga pukul 20.00. Di jam sekolah, mereka menghabiskan waktu minimal lima jam untuk berlatih fisik. Berbeda ketika Minggu dan hari libur nasional, mereka melahap  latihan selama 12 jam mulai 05.30. ‘’Terus menerus melatih fisik dan teknik,’’ kata Risma.


Hasilnya sebanding. Pada pertandingan level nasional tersebut mereka berhasil masuk babak final. Hanya saja, Sulung dan Risma harus bertekuk lutut dengan duet atlet dari Bengkalis, Riau pada partai final. Mereka mengakui kekalahannya cukup beralasan. Jam terbangnya kalah jauh dengan atlet dari Riau. Sehingga, ketika bertanding, mereka nervous dan minder. ‘’Lawan membawa banyak pendukung, kami tidak punya. Jadi deg-degan akhirnya tidak maksimal,’’ ucap mereka.


Sulung mengakui cukup susah menjadi atlet embu berpasangan. Apalagi lawan jenis. Mereka mengaku kerap tertawa dengan sendirinya ketika mengetahui pasangannya salah dalam gerakan. Dan, itu menjadi hal yang fatal dalam bela diri. Ketika kurang fokus, Sulung mengaku kerap cedera ketika latihan dan bertanding. ‘’Kadang suka bercanda waktu latihan, akhirnya pasti salah satu di antara kami ada yang cedera,’’ ucap mereka yang berharap kesalahannya bisa menjadi pelajaran berharga.

Editor : Bachtiar Febrianto
#boks