Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa Roy Suryo? Dari Pakar Telematika hingga Menteri Kontroversial

Bhagas Dani Purwoko
Profil lengkap Roy Suryo.
Profil lengkap Roy Suryo.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sosok K.R.M.T. Roy Suryo Notodiprojo telah lama menghiasi lanskap publik Indonesia, bertransformasi dari seorang pakar telematika terkemuka pada era 1990-an menjadi politisi Senayan hingga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Perjalanan hidup pria kelahiran Yogyakarta berdarah biru ini tidak hanya diwarnai oleh deretan gelar akademik tingkat doktoral dan pencapaian karier birokrasi yang mentereng, melainkan juga sarat dengan berbagai insiden kontroversial serta rentetan kasus hukum yang terus mewarnai rekam jejaknya hingga satu dekade terakhir.

Biodata dan Latar Belakang Keluarga

Advertisement

Roy Suryo, yang memiliki nama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung (K.R.M.T.) Roy Suryo Notodiprojo, lahir di Yogyakarta pada tanggal 18 Juli 1968. Gelar di depan namanya menandakan bahwa ia memiliki garis keturunan darah biru, lahir dari pasangan Prof. Dr. dr. KPH Soejono Prawirohadikusumo dan R. Ay. Soeratmijati Notonegoro.

Ia menikah dengan Ismarindayani Priyanti, yang akrab disapa Ririen Suryo, pada tahun 1994. Riwayat akademiknya terbilang panjang; ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada (UGM), dilanjutkan dengan S2 Magister Perilaku dan Promosi Kesehatan di kampus yang sama (lulus 2005), dan meraih gelar S3 Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Negeri Jakarta pada 2023. Fakta ini dikonfirmasi melalui laman ensiklopedia Wikipedia dan arsip biografi majalah Tempo.

Karier sebagai Akademisi dan Pakar Telematika

Advertisement

Sebelum dikenal sebagai politikus, Roy Suryo adalah sosok yang lekat dengan label "pakar telematika, multimedia, dan informatika" di Indonesia semenjak akhir era 1990-an. Ia memulai karier akademiknya sebagai dosen dan konsultan multimedia di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan UGM, serta sempat mengabdi menjadi staf ahli Gubernur DIY bidang teknologi pada tahun 1999.

Namanya kali pertama mencuri perhatian publik nasional ketika ia menganalisis kasus rekaman telepon kontroversial antara Presiden B.J. Habibie dan Jaksa Agung Andi Ghalib. Selain itu, wajahnya juga sangat familier di layar kaca karena ia pernah memandu acara program teknologi e-Lifestyle di stasiun Metro TV selama lima tahun. Rangkuman rekam jejak awal ini bersumber dari ensiklopedia Wikipedia serta artikel media Tutur.

Rekam Jejak Politik dan Jabatan Menpora

Langkah Roy Suryo di ranah politik dimulai saat ia bergabung dengan Partai Demokrat, yang sukses mengantarkannya ke Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pemilu 2009.

Puncak karier politik dan birokrasinya terjadi pada Januari 2013, saat Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Andi Mallarangeng akibat kasus korupsi.

Setelah masa jabatannya habis, langkahnya untuk kembali terpilih di kursi parlemen pada Pemilu 2019 kandas, meskipun ia sempat menyedot perhatian khalayak lewat strategi promosi pemasangan baliho kampanye dengan wujud terbalik atau jungkir balik. Catatan perjalanan politik ini dirujuk dari pemberitaan VIVA dan Kompas TV. 

Deretan Kontroversi dan Kasus Hukum

Kiprah Roy Suryo tidak pernah lepas dari sederet insiden kontroversial dan peradilan hukum. Saat masih menjabat sebagai Menpora pada tahun 2013, ia sempat terekam kamera melupakan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya saat tengah berusaha menenangkan kericuhan suporter sepak bola di Stadion Maguwo.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Erick Thohir Buka Suara soal Bobotoh Meninggal Usai Persib vs Garudayaksa, Minta Polisi Usut Tuntas

Erick Thohir Buka Suara soal Bobotoh Meninggal Usai Persib vs Garudayaksa, Minta Polisi Usut Tuntas

Korban diketahui bernama Arief Rahman Kusuma, seorang Bobotoh berusia 16 tahun asal Ciapus, Kabupaten Bogor. Ia ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Jakarta–Bogor Kilometer 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor

Rencana Pembangunan Stadion Bojonegoro: Gagal, Ajukan Lagi Pembangunan ke Pusat,

Rencana Pembangunan Stadion Bojonegoro: Gagal, Ajukan Lagi Pembangunan ke Pusat,

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, pembangunan stadion Bojonegoro diusulkan pembiayaan dari APBN. Saat ini pemkab mengusulkan lagi pembangunan tersebut ke menpora Baru.

Unigoro Benchmarking ke LSP P1 Ubaya, Siapkan Pendirian LSP untuk Perkuat Daya Saing Lulusan

Unigoro Benchmarking ke LSP P1 Ubaya, Siapkan Pendirian LSP untuk Perkuat Daya Saing Lulusan

Universitas Bojonegoro (Unigoro) terus melakukan langkah strategis untuk membentuk lembaga sertifikasi profesi (LSP). Salah satunya melalui benchmarking dengan LSP P1 Universitas Surabaya (Ubaya), Selasa (11/8/26).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer