Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Apa Bedanya Etanol dengan Metanol? Serupa Tapi Tak Sama, Begini Penjelasannya

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:02 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dengan rencana Pemerintah RI untuk mencari alternatif energi selain bahan bakar minyak (BBM), produksi etanol dan metanol menjadi salah satu alternatif yang digencarkan untuk dipakai di masa depan. Bahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berncana untuk mengenalkan campuran bahan bakar minyak dengan etanol sebesar 10 persen, atau sering disebut E10.

"Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori (wajib) 10% etanol. Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol tujuannya agar kita tidak impor banyak," jelas Menteri ESDM Bahlil Lahadaliha kepada awak media nasional pada Rabu siang (8/10).

Bojonegoro sendiri sejak pasca pandemi digadang-gadang menjadi salah satu rumah produksi etanol dan metanol, dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi pertanian yang dimiliki. Rencana pembangunan pabrik etanol dan metanol diperkirakan tuntas pada 2027 mendatang.

Sekilas, etanol dan metanol nampak sama persis tanpa melihat wujudnya. Selain sama-sama hasil fermentasi dan produk turunan dari alkohol, nama kedua senyawa tersebut hanya berbeda satu huruf di awal.

Namun keduanya cukup jauh berbeda dari susunan molekulnya. Proses membuatnya juga tergolong sama, namun proses pembuatannya juga berbeda. Pun demikian, hasil pembakaran keduanya menghasilkan produk serupa.

Etanol, yang juga dikenal sebagai etil alkohol memiliki susunan molekul atau rumus kimia C2H5OH. Karena susunan molekulnya, dimana satu molekul karbon (C) terikat dengan tiga molekul hidrogen (H), dan satu molekul karbon yang lain terikat dengan dua molekul hidrogen, etanol juga sering ditulis memiliki rumus kimia CH3CH2OH. Jangan khawatir, karena keduanya benar.

Photo
Photo

Sementara metanol, atau juga dikenal sebagai metil alkohol atau spiritus memiliki susunan CH3OH. Karena memiliki susunan molekul yang lebih sederhana ketimbang etanol, metanol lebih mudah larut dalam air, namun memiliki tingkat keasaman lebih kuat ketimbang air.

Photo
Photo

Baik etanol maupun metanol sama-sama dihasilkan dengan cara distilasi atau penyulingan dari hasil fermentasi tanaman yang memiliki kandungan fruktosa atau gula, misal jagung,tebu, singkong, kentang. Namun reaksi dalam etanol langsung memecah kandungan gula dalam tanaman, sedangkan reaksi dalam metanol memecah pektin, atau lebih umum dikenal sebagai serat.

Melalui proses fermentasi, etanol terbentuk dengan rumus sebagai berikut:

C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2

Atau sederhananya, gula diurai melalui fermentasi oleh ragi menjadi etanol dan karbon dioksida. Penyulingan kemudian dilakukan untuk memurnikan kandungan etanol dan mengurang jumlah karbon dioksida.

Sementara fermentasi pektin dalam tanaman menghasilkan gugus metoksi (-OCH3), yang dapat dipecah kembali menjadi karbon monoksida (CO) dan hidrogen. Sehingga melalui proses penyulingan, metanol terbentuk dengan rumus:

CO + 2 H2→ CH3OH

Selain untuk membentuk metanol, penyulingan juga dilakukan untuk memproduksi metanol dalam bentuk cair, melalui pendinginan gas.

Selain pembetukannya, etanol dan metanol menghasilkan produk yang serupa tapi tak sama ketika mengalami proses pembakaran, misal saat dipakai sebagai bahan bakar.

Ketika etanol mengalami proses pembakaran, hasil pembakaran terjadi dengan reaksi berikut:

C2H5OH + 3 O2 → 2 CO2 + 3 H2O

Atau sederhananya, ketika etanol terbakar karena dipicu oleh udara, hasil pembakarannya adalah karbon dioksida dan air. Ini juga mengapa etanol dapat memicu karat pada kendaraan bermotor, jika jeoran mesin tidak diproduksi menggunakan bahan anti karat.

Sementara itu jika metanol mengalami proses pembakaran, hasil pembakaran terjadi dengan reaksi berikut:

2 CH3OH + 3 O2 → 2 CO2 + 4 H2O

Sama seperti etanol, pembakaran metanol juga menghasilkan karbon dioksida dan air. Namun jumlah metanol yang dibutuhkan sedikit lebih banyak, dan air yang dihasilkan juga lebih banyak. Pun demikian, baik etanol dan metanol memiliki hasil pembakaran lebih bersih ketimbang BBM.

Secara sifat, etanol dan metanol juga jauh berbeda. Etanol sedikit lebih sulit larut dalam air, sementara seperti yang telah disebutkan, metanol lebih mudah larut dalam air karena struktur molekul yang lebih sederhana.

Namun, hal ini juga menyebabkan etanol lebih aman untuk kegunaan sehari-hari, karena tidak beracun dan tidak terlalu mudah terbakar, bahkan aman dikonsumsi manusia. Etanol sering diproduksi sebagai hasil fermentasi anggur dan kentang untuk minuman alkohol.

Pun demikian, kebanyakan mengkonsumsi etanol menyebabkan mabuk dan pusing. Jika terlalu banyak etanol masuk ke dalam tubuh manusia, dapat berakibat fatal karena menyebabkan keracunan alkohol.

Sementara itu, meskipun dalam jumlah sedikit, metanol mudah terbakar dan bersifat beracun, sehingga tidak boleh dikonsumsi. Selain itu, perlu hati-hati jika terjadi kebakaran akibat pembakaran metanol, karena api dari pembakaran bersifat transparan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#metanol #etanol #esdm #bbm #gula #Pertanian #pemerintah #tanaman #menteri esdm #serat #bahlil lahadalia #Pektin #bahan bakar #fruktosa