RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah tingginya harga bahan bakar minyak (BBM), memiliki kendaraan yang efisien menjadi prioritas banyak orang.
Motor dengan konsumsi BBM yang irit tidak hanya membantu menghemat pengeluaran harian, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan.
Untungnya, di pasar Indonesia, banyak sekali pilihan motor dengan harga terjangkau yang terkenal sangat hemat bensin.
Berikut adalah beberapa kategori motor murah yang irit BBM dan cocok untuk menunjang aktivitas Anda sehari-hari.
Motor Matic: Praktis dan Lincah di Perkotaan
Motor matic adalah pilihan populer karena kemudahan penggunaannya, terutama untuk bermanuver di jalanan padat perkotaan.
Pabrikan motor kini berlomba-lomba menyematkan teknologi canggih untuk membuat motor matic semakin irit.
1. Honda BeAT Series
Dikenal sebagai "motor sejuta umat" karena popularitasnya. Honda BeAT menggunakan mesin 110cc dengan teknologi eSP (Enhanced Smart Power) yang membuat pembakaran lebih efisien.
Konsumsi BBM-nya bisa mencapai 60 km/liter atau lebih, menjadikannya salah satu yang teririt di kelasnya.
2. Yamaha Mio M3
Dengan teknologi Blue Core, Yamaha Mio M3 menawarkan efisiensi bahan bakar yang baik. Mesin 125cc-nya memberikan performa yang cukup bertenaga, namun tetap hemat, dengan klaim konsumsi bensin hingga 50 km/liter.
3. Suzuki Nex II
Motor matic Suzuki ini seringkali disebut sebagai salah satu yang paling irit. Dengan teknologi Suzuki Eco Performance (SEP), Nex II bisa mencapai konsumsi BBM yang luar biasa, bahkan ada klaim yang menyebutkan bisa menembus lebih dari 100 km/liter dalam kondisi tertentu.
Motor Bebek: Tangguh dan Irit Sejak Dulu
Motor bebek adalah pilihan klasik yang tak lekang oleh waktu. Dengan bobot yang lebih ringan dan transmisi rantai, motor bebek dikenal sangat efisien dan perawatannya cenderung mudah.
4. Honda Revo 110 FI
Motor ini adalah salah satu yang paling hemat. Berkat sistem injeksi PGM-FI, Honda Revo 110 FI diklaim mampu mencapai angka 62,2 km/liter, menjadikannya pilihan ideal bagi pekerja atau pelajar dengan mobilitas tinggi.
5. Yamaha Vega Force
Dengan mesin 115cc dan teknologi injeksi, Vega Force menawarkan efisiensi yang solid. Motor ini tangguh, mudah dirawat, dan konsumsi bahan bakarnya bisa di atas 50 km/liter, menjadikannya motor andalan untuk berbagai keperluan.
6. Honda Supra X 125FI
Meskipun termasuk motor bebek, Supra X 125 FI memiliki performa yang andal. Dengan mesin 125cc dan sistem injeksi, motor ini mencatatkan konsumsi bahan bakar sekitar 57,2 km/liter. Ditambah fitur-fitur modern seperti soket pengisian daya, motor ini menjadi paket lengkap.
Motor Sport: Gaya Sporty yang Tetap Hemat
Bagi Anda yang menyukai tampilan motor sport tetapi tetap ingin irit, beberapa pabrikan juga menawarkan pilihan yang menarik.
7. Honda CB150 Verza
Dikenal sebagai motor sport paling irit, Honda CB150 Verza cocok untuk penggunaan harian. Mesin 150cc dengan teknologi injeksi PGM-FI mampu mencapai konsumsi BBM sekitar 45 km/liter, angka yang sangat baik untuk motor di kelasnya. Desainnya yang naked juga memberikan kenyamanan berkendara.
8. Suzuki GSX-S150
Motor ini memiliki bobot yang ringan, yang berkontribusi pada efisiensi bahan bakarnya. Dengan mesin 150cc yang bertenaga, GSX-S150 tetap irit dengan konsumsi sekitar 40 km/liter.
Tips Tambahan agar Motor Lebih Irit BBM
Selain memilih motor yang sudah terkenal irit, Anda juga bisa melakukan beberapa hal untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar:
- Lakukan Servis Rutin: Pastikan mesin, karburator (jika motor non-injeksi), atau sistem injeksi, serta filter udara selalu dalam kondisi bersih.
- Periksa Tekanan Angin Ban: Tekanan ban yang ideal sangat penting. Ban kempes akan membuat mesin bekerja lebih keras dan boros bensin.
- Gunakan Oli Sesuai Anjuran Pabrikan: Oli yang berkualitas baik dan sesuai spesifikasi motor akan menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
- Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak: Berkendara dengan gaya yang halus dan konstan dapat menghemat bensin secara signifikan.
Dengan kombinasi pemilihan motor yang tepat dan kebiasaan berkendara yang efisien, Anda bisa menikmati mobilitas tanpa harus khawatir dengan pengeluaran bahan bakar yang membengkak. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko