RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menciptakan komunikasi mendalam atau deep talk dengan anak secara rutin membawa segudang manfaat bagi anak dan orang tua. Sayangnya, tidak semua orang tua merasa nyaman atau terampil dalam memulai percakapan yang lebih dari sekadar basa-basi. Beberapa mungkin merasa canggung atau kaku.
Namun, Anda tidak perlu berkecil hati! Kemampuan ini bukan tidak bisa Anda miliki, melainkan hanya belum terbiasa. Berikut kami bagikan 10 ide deep talk dengan anak, lengkap dengan contoh pertanyaan untuk membantu Anda memulai.
1. Peristiwa Seru atau Hal Menyenangkan
Deep talk tidak harus selalu membahas topik berat. Anda dan si kecil bisa berbagi cerita tentang aktivitas sehari-hari, seperti hal-hal menyenangkan yang terjadi hari ini atau sesuatu yang menarik perhatian si kecil. Berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan dapat membuat si kecil lebih antusias dan dalam suasana hati yang positif.
Contoh pertanyaan:
• "Tadi di taman main apa saja?"
• "Vase bunga di toko X itu bagus ya, menurut kamu bagaimana?"
• "Kamu ceria sekali sedari tadi, ada apa yang bikin kamu senang? Coba cerita ke Mama."
2. Aktivitas di Sekolah
Jika si kecil sudah bersekolah, Anda bisa menanyakan hal-hal terkait kegiatan mereka di sekolah. Apabila si kecil terlihat lelah dengan aktivitas belajarnya, Anda bisa menanyakan topik lain yang dapat membangkitkan kembali semangat belajarnya.
Contoh pertanyaan:
• "Tadi di sekolah belajar melipat kertas ya? Buat apa saja tadi?"
• "Di kantin menu makan siangnya apa saja tadi, Kak?"
• "Tadi Mama ketemu Bu Guru pas jemput Adik. Orangnya ramah sekali ya?"
3. Teman atau Sahabat
Anda juga bisa bertanya tentang teman-teman si kecil. Ini dapat membantu Anda mengenali keterampilan sosial anak, serta mengetahui bagaimana lingkungan pertemanan mereka. Apakah sehat atau mungkin ada hal-hal yang perlu perhatian khusus, misalnya, ada teman yang suka memukul, berkata kasar, atau mengarah ke bullying.
Contoh pertanyaan:
• "Apa yang bikin kamu suka sekali main sama X?"
• "Dulu Mama punya teman yang pintar sekali menggambar. Di kelas kamu siapa yang paling suka menggambar?"
• "Ada teman kamu yang suka iseng?"
4. Pilihan Anak
Meminta pilihan atau pendapat anak akan membuat mereka merasa dipercaya. Cobalah juga menanyakan alasannya. Ini dapat melatih daya pikir dan kemampuan memecahkan masalah pada anak.
Contoh pertanyaan:
• "Liburan nanti mau ke rumah Nenek atau jalan-jalan ke Bogor?"
• "Mama punya wortel dan kol, enaknya dibikin sup atau capcay ya?"
• "Besok Mama tidak bisa mengantar Adik sekolah. Mau bareng Papa atau jalan kaki bersama X (temannya)?"
5. Pendapat Anak Tentang Orang Tua
Deep talk bisa menjadi momen bagi anak untuk mengungkapkan perasaannya, termasuk tentang orang tua mereka. Dengan memahami perasaan mereka, kita bisa belajar banyak hal.
Contoh pertanyaan:
• "Maaf ya, Mama tadi tidak bisa menemani kamu bermain. Kamu kesal atau tidak?"
• "Apa yang paling kamu sukai dari Mama?"
• "Apa yang paling kamu tidak suka dari apa yang Mama lakukan?"
6. Keinginan atau Cita-cita
Dengan mengetahui keinginan atau cita-cita anak, sebagai orang tua Anda bisa memfasilitasi apa pun yang mungkin mendukung mereka.
Contoh pertanyaan:
• "Besar nanti kamu mau jadi apa?"
• "Mama lihat nilai Adik di pelajaran bahasa Inggris perlu ditingkatkan. Mau ikut les-nya X?"
• "Kamu suka menggambar ya? Enaknya kita beli pensil warna atau krayon?"
7. Perspektif tentang Masalah
Ketika ada sesuatu yang 'menarik', baik dari berita di televisi atau kejadian di sekitar, Anda bisa menjadikannya bahan deep talk. Melalui dialog terbuka, Anda dapat lebih memahami sudut pandang anak dan mempelajari alur pemikiran mereka.
Contoh pertanyaan:
• "Kamu ingat Nenek yang mengemis tadi? Kita harus bersyukur atas apa yang Allah berikan ya."
• "Menurut kamu, apakah boleh berbicara kasar atau berteriak?"
• "Kalau ada orang yang tidak kita kenal tiba-tiba menanyakan alamat rumah atau nomor ponsel kita, kira-kira kamu beri tidak?"
8. Cerita Masa Lalu
Bercerita dari masa lalu memiliki setidaknya dua manfaat. Pertama, mengembalikan memori indah yang menghangatkan hati. Kedua, memberikan pelajaran atau hikmah. Namun, ingatlah untuk tidak terlalu mengagung-agungkannya.
Contoh pertanyaan:
• "Kamu ingat tidak waktu kita makan es krim di sana?"
• "Adik, coba lihat bekas luka Mama ini. Ini karena Mama jatuh waktu bermain. Adik bisa lebih hati-hati ya?"
• "Waktu Adik umur 1 tahun, Adik pernah sakit. Mama sedih sekali waktu itu."
9. Asmara (Remaja)
Topik ini cocok untuk orang tua yang anaknya mulai memasuki usia remaja dan mengalami cinta monyet. Apalagi, kehidupan sosial anak-anak zaman sekarang cukup mengkhawatirkan, bukan?
Oleh karena itu, sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik sejak dini.
Selain itu, biasakan anak untuk berkomunikasi secara terbuka dan tanpa menghakimi (non-judgmental) agar mereka tidak merasa sungkan atau takut untuk berbicara kepada orang tuanya. Dengan begitu, Anda memiliki kesempatan untuk memperkenalkan batasan-batasan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Contoh pertanyaan:
• "Kemarin siapa yang mengantar kamu pulang sekolah?"
• "Ada teman kamu di sekolah yang lebih keren dari Papa/Mama?"
• "Kamu boleh dekat dan berteman dengan siapa saja, tapi kamu harus bisa menjaga diri dan tahu batasan ya."
10. Pendidikan Seksual
Berita tentang pelecehan atau kekerasan seksual tentu sangat meresahkan. Untuk itu, sebagai orang tua kita perlu mengenalkan pendidikan seks kepada anak, tentu dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.
Contoh pertanyaan:
• "Adik, coba tunjukkan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain!"
• "Kalau ada orang atau teman yang mengganggu Adik, Adik tahu tidak harus bagaimana?"
• "Pernah dengar tentang menstruasi/mimpi basah?"
Itulah 10 ide deep talk dengan anak yang bisa Anda coba. Anda tidak perlu menunggu waktu tidur, Anda bisa memulai deep talk dengan si kecil dalam perjalanan ke sekolah, bahkan saat menemani mereka bermain pretend play atau belajar naik sepeda, selama suasananya mendukung. Tetap semangat!
Sumber Referensi: mamasewa.com
Editor : Bhagas Dani Purwoko