Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Alasan Mengapa Tradisi Nyekar Begitu "Sakral" dan Menyentuh Hati

Bhagas Dani Purwoko

 


Advertisement

NYEKAR: Pedagang bunga untuk nyekar.
NYEKAR: Pedagang bunga untuk nyekar.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang fajar Ramadan, pemakaman di berbagai pelosok Indonesia mendadak berubah menjadi hamparan warna dan aroma wangi. Tradisi ini kita kenal dengan sebutan Nyekar, diambil dari kata sekar yang berarti bunga.

Bagi masyarakat kita, Nyekar bukan sekadar kunjungan ziarah biasa. Ini adalah sebuah "pertemuan" emosional yang sakral, di mana yang hidup kembali menjalin komunikasi batin dengan mereka yang telah berpulang melalui untaian doa dan wanginya bunga setaman.

Advertisement

Mengapa tradisi ini begitu kuat melekat? Berikut adalah 7 filosofi mendalam di balik ritual Nyekar:

1. Membersihkan Makam: Metafora "Menyapu" Kotoran Hati

Sebelum doa dipanjatkan, tangan-tangan keluarga biasanya sibuk mencabuti rumput liar dan menyeka debu di nisan.

Baca Juga: Menunggu Tengah Malam: Tradisi Aneh yang Tetap Kita Pertahankan di Malam Tahun Baru

  • Maknanya: Secara fisik, ini adalah bentuk bakti. Namun secara spiritual, ini adalah simbol persiapan batin manusia untuk membersihkan diri dari "sampah" duniawi sebelum memasuki gerbang Ramadan yang suci.

2. Sentuhan Wanita dalam Menjaga Silsilah

Dalam ritual ini, kaum wanita sering kali menjadi sosok sentral. Mulai dari meracik komposisi mawar, melati, dan kenanga, hingga mengatur logistik seluruh keluarga.

  • Maknanya: Wanita memastikan nilai kasih sayang tetap terjaga. Di atas pusara, biasanya kaum ibu pulalah yang membisikkan cerita silsilah keluarga kepada anak-cucu agar mereka tidak lupa pada akar sejarahnya.

3. Wangi Bunga dan Siraman Air: Harapan yang Harum

Aroma semerbak bunga dan dinginnya siraman air adalah identitas visual dari Nyekar.

Baca Juga: Sejarah Halloween: Dari Ritual Kuno Bangsa Celtic hingga Tradisi Modern yang Meriah

  • Maknanya: Wangi bunga melambangkan doa-doa baik yang membubung ke langit, sedangkan air adalah simbol harapan agar mereka yang telah tiada mendapatkan kesegaran, kedamaian, dan tempat yang layak di alam sana.

4. Gema Zikir dan Yasin di Balik Sunyinya Nisan

Nyekar di Indonesia hampir selalu diiringi dengan pembacaan surat Yasin dan zikir bersama di sisi makam.

  • Maknanya: Ini adalah hadiah spiritual terbaik dari yang hidup untuk almarhum/almarhumah, sekaligus permohonan ampunan yang tulus kepada Tuhan atas segala kekhilafan masa lalu.

5. Pengingat Jeda Kehidupan

Berdiri di depan gundukan tanah adalah cara tercepat untuk menyadari hakikat kemanusiaan.

Advertisement

Baca Juga: Sekolah Swasta Bojonegoro Sudah Punya Tradisi Makan Siang Sendiri, Jaga Gizi Melalui Katering Sekolah atau Dapur Yayasan

  • Maknanya: Nyekar menjadi media untuk mengingat kematian. Kesadaran bahwa dunia ini fana mendorong kita untuk lebih rendah hati dan lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah selama bulan puasa nanti.

6. Reuni Keluarga di "Rumah" Masa Depan

Seringkali, Nyekar menjadi momen "mudik mini" yang mengumpulkan anggota keluarga yang terpencar.

  • Maknanya: Mempererat tali silaturahmi. Bertemu di pemakaman mengingatkan keluarga besar untuk tetap rukun dan saling memaafkan, sehingga mereka bisa memulai puasa dengan hati yang lapang.

7. Berkah Ekonomi bagi Pedagang Bunga

Fenomena ini secara alami menggerakkan ekonomi mikro di sekitar pemakaman.

  • Maknanya: Menunjukkan bahwa tradisi spiritual juga membawa dampak sosial-ekonomi yang nyata. Ada redistribusi rejeki bagi para penjual bunga dan jasa pembersih makam, sebuah berkah musiman yang membantu dapur mereka tetap mengepul menjelang lebaran.

Nyekar adalah warisan luhur yang menjembatani rasa rindu dengan doa. Tradisi ini mengajarkan kita bahwa kematian bukanlah pemutus hubungan, melainkan pengingat bagi yang hidup untuk terus menanam kebaikan.

Apakah Bapak/Ibu sudah menjadwalkan waktu untuk Nyekar ke makam leluhur di Bojonegoro akhir pekan ini? Jangan lupa siapkan doa terbaik dan niat yang tulus untuk menyambut bulan suci. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kreator Ini Ungkap 7 Kebiasaan di Jerman yang Dianggap Tabu di Indonesia, Ada HB Sebelum Nikah

Kreator Ini Ungkap 7 Kebiasaan di Jerman yang Dianggap Tabu di Indonesia, Ada HB Sebelum Nikah

Perbedaan budaya antara Indonesia dan Jerman tidak hanya terlihat dari bahasa, makanan, atau gaya hidup. Ada pula kebiasaan sosial yang dianggap biasa di satu negara, tetapi masih menjadi hal sensitif di negara lainnya.

7 Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan di Indonesia dalam 10 Tahun ke Depan, Bukan Cuma AI

7 Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan di Indonesia dalam 10 Tahun ke Depan, Bukan Cuma AI

Sejumlah tugas administrasi dapat diotomatisasi, pengolahan data semakin cepat, dan perusahaan mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: pekerjaan apa yang masih memiliki prospek?

Sejak Kapan HP Android Mulai Ramai di Indonesia? Ini Sejarah Perubahannya

Sejak Kapan HP Android Mulai Ramai di Indonesia? Ini Sejarah Perubahannya

Sebelum pasar Android dipenuhi berbagai merek dan tipe seperti sekarang, persaingan smartphone di Indonesia memiliki wajah yang berbeda. BlackBerry pernah menjadi salah satu pemain utama, sedangkan ponsel dengan sistem operasi Android mulai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer