Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejak Kapan HP Android Mulai Ramai di Indonesia? Ini Sejarah Perubahannya

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
Ilustrasi anak muda di berbagai konter HP Android. (MAGNIFIC)
Ilustrasi anak muda di berbagai konter HP Android. (MAGNIFIC)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernah merasa pilihan HP Android sekarang semakin banyak dibandingkan satu dekade lalu? Hampir setiap tahun, produsen menghadirkan model baru dengan beragam fitur, desain, dan rentang harga. Merek yang dahulu jarang terdengar pun mulai bersaing memperebutkan perhatian konsumen Indonesia.

Nama seperti Samsung, OPPO, vivo, Xiaomi, ASUS, Infinix, hingga berbagai merek lokal kini menjadi bagian dari persaingan pasar smartphone. Namun, sejak kapan pasar HP Android di Indonesia mulai seramai sekarang?

Jika melihat perkembangan industri, perubahan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak awal 2010-an. Akan tetapi, periode 2015–2016 menjadi salah satu fase penting ketika persaingan antarmerek semakin terasa, terutama dengan masuknya lebih banyak pemain dan berkembangnya teknologi jaringan 4G.

Android Mulai Mendominasi Pasar Smartphone Indonesia

Sebelum pasar Android dipenuhi berbagai merek dan tipe seperti sekarang, persaingan smartphone di Indonesia memiliki wajah yang berbeda. BlackBerry pernah menjadi salah satu pemain utama, sedangkan ponsel dengan sistem operasi Android mulai mendapatkan tempat melalui produsen seperti Samsung, HTC, dan Sony.

Advertisement

Perubahan besar mulai terlihat pada 2012. Berdasarkan laporan IDC yang dikutip The Jakarta Post pada September tahun tersebut, Android telah menguasai 52 persen pangsa pasar sistem operasi smartphone di Indonesia pada kuartal II 2012. Android bahkan berhasil melampaui BlackBerry yang sebelumnya menjadi salah satu pilihan utama konsumen.

Perkembangan itu berlanjut pada tahun berikutnya. IDC memperkirakan Android menguasai sekitar 77 persen pengiriman smartphone ke Indonesia sepanjang 2013. Pada periode yang sama, BlackBerry berada di kisaran 16 persen dan iOS sekitar 4 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Android sudah menjadi platform dominan sebelum pertengahan dekade 2010-an. Salah satu faktor pendukungnya adalah ketersediaan perangkat dalam berbagai rentang harga, termasuk smartphone terjangkau dari produsen lokal.

Keunggulan Android bukan hanya terletak pada popularitas sistem operasinya. Berbeda dengan iOS yang digunakan pada perangkat Apple, Android dapat diadopsi oleh banyak produsen. Artinya, berbagai perusahaan bisa membuat smartphone dengan karakteristik, desain, spesifikasi, dan harga yang berbeda, tetapi tetap menggunakan sistem operasi yang sama.

Kondisi ini membuka jalan bagi persaingan yang semakin luas.

2015–2016, Ketika Persaingan Merek Semakin Ramai

Jika harus mencari periode ketika pasar smartphone Indonesia mulai terasa sangat padat, 2015–2016 merupakan salah satu kandidat terkuat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengenang Kejayaan BlackBerry: Inilah 5 HP yang Pernah Jadi Simbol Gengsi

Mengenang Kejayaan BlackBerry: Inilah 5 HP yang Pernah Jadi Simbol Gengsi

Selain menawarkan fitur komunikasi yang canggih pada masanya, BlackBerry juga dikenal dengan desain elegan, keyboard QWERTY yang ikonik,

Kreator Ini Ungkap 7 Kebiasaan di Jerman yang Dianggap Tabu di Indonesia, Ada HB Sebelum Nikah

Kreator Ini Ungkap 7 Kebiasaan di Jerman yang Dianggap Tabu di Indonesia, Ada HB Sebelum Nikah

Perbedaan budaya antara Indonesia dan Jerman tidak hanya terlihat dari bahasa, makanan, atau gaya hidup. Ada pula kebiasaan sosial yang dianggap biasa di satu negara, tetapi masih menjadi hal sensitif di negara lainnya.

7 Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan di Indonesia dalam 10 Tahun ke Depan, Bukan Cuma AI

7 Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan di Indonesia dalam 10 Tahun ke Depan, Bukan Cuma AI

Sejumlah tugas administrasi dapat diotomatisasi, pengolahan data semakin cepat, dan perusahaan mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: pekerjaan apa yang masih memiliki prospek?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer