Bupati mengatakan, 0 km sangat penting untuk penanda bahwa orang tersebut sudah sampai atau pernah singgah ke Lamongan. ‘’Saya harap adanya peresmian ini untuk bukti bagi masyarakat pernah datang ke Lamongan untuk diabadikan,’’ ujarnya.
Dia berharap titik 0 km di Jalan Lamongrejo itu menjadikan Lamongan lebih dikenal warga luar kota.
Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo, menjelaskan, pembangunan titik 0 km menelan Rp 198 juta dari ABPD. Pengerjaannya sekitar dua bulan.
‘’Titik nol ini, tentunya menjadikan pusat Kabupaten Lamongan,’’ jelasnya
Selain itu, dibangunnya titik 0 km Lamongan menciptakan ikon baru yang bisa dikunjungi warga Lamongan dan sekitarnya. ‘’Saya harap nantinya digunakan tempat favorit warga Lamongan mengabadikan momen fotonya dan menjadikan objek wisata baru nantinya,'' harapnya. (mal/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto