Ziarah makam kemarin (25/5) sebagai salah satu rangkaian peringatan HJL Ke-453 yang diharapkan bisa menambah spirit untuk Kejayaan Lamongan.
Rangkaian ziarah diawali dengan mengunjungi makam Mbah Sabilan atau Raden Panji Puspa Kusuma yang merupakan seorang patih dari Bupati ketiga Lamongan pada 1640 – 1665.
Kegiatan berlanjut ke makam Mbah Punuk dan diakhiri ke makam Mbah Lamong atau Rangga Hadi yang merupakan Adipati Lamongan pertama. Semua makam itu berada di Kelurahan Tumenggungan, Lamongan.
Ziarah ke makam leluhur ini menjadi agenda rutin sebagai pengingat akan pentingnya sejarah. Hari lahir Lamongan ini diambil dari buku wasiat Sunan Giri yang ditulis tangan berhuruf Jawa kuno dan disimpan juru kunci makam Sunan Giri di Gresik. Isi buku tersebut, diwisudanya Tumenggung Surajaya menjadi Adipati Lamongan dilakukan dalam pasamuan agung di tahun 976 H, atau Kamis pahing, 10 Dzulhijjah 976 H atau 26 Mei 1569 M.
“Jadi napak tilas ini diharapkan dapat menambah spirit untuk menjadikan Lamongan sebagai wilayah yang Berjaya, yang dapat mempertahankan kegotongroyongan, dan kebersamaan,” ujar Bupati Yes.
Bupati Yes mengatakan, perjuangan para leluhur dalam mempertahankan Kejayaan Lamongan harus dijadikan cermin dan spirit untuk ke depannya.
Kejayaan dalam mensejahterakan masyarakat harus dijadikan sebagai komitmen dan dibarengi semangat perjuangan serta kolaborasi.
“Spirit yang ditorehkan beliau (Rangga Hadi) dalam menjadikan Lamongan Berjaya harus kita jaga sebagai warga Lamongan, cita-cita itu harus disematkan dalam diri dan diperjuangkan,” terangnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto