RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ular adalah makhluk yang memukau sekaligus menakutkan. Sebagian besar dari kita mungkin hanya mengenal ular dari tayangan dokumenter atau peringatan keselamatan di wilayah pedesaan.
Namun, di balik gerakannya yang diam-diam dan tubuhnya yang lentur, beberapa jenis ular menyimpan bisa mematikan yang sanggup melumpuhkan mangsa hanya dalam hitungan menit. Racunnya tidak hanya berefek lokal, tetapi juga dapat menyerang sistem saraf, pernapasan, bahkan darah.
Fakta uniknya, tidak semua ular berbisa itu agresif atau menyerang manusia tanpa sebab. Banyak dari mereka justru memilih menghindari manusia dan hanya menyerang bila merasa terancam.
Meski begitu, mengenali jenis-jenis ular paling berbisa tetap penting, terutama jika kamu tinggal di daerah tropis atau suka menjelajah alam. Pengetahuan ini bisa menyelamatkan nyawa dan menambah wawasan tentang kekayaan dunia reptil.
Baca Juga: Bocah 9 Tahun di Gresik Digigit Ular saat Banjir, Begini Tips Penanganan yang Tepat dari BPBD
Berdasarkan berbagai sumber terpercaya seperti National Geographic, Britannica, dan World Health Organization (WHO), berikut ini adalah deretan ular paling berbisa dan paling berbahaya di dunia, dilihat dari potensi toksisitas racun, seberapa cepat racun bekerja, serta dampaknya terhadap manusia:
1. Inland Taipan (Oxyuranus microlepidotus) – Australia
Dikenal sebagai ular paling berbisa di dunia, Inland Taipan, atau yang sering disebut "fierce snake", memiliki bisa yang sangat mematikan. Menurut Australian Reptile Park, sekali gigitan Inland Taipan dapat membunuh lebih dari 100 orang dewasa. Racunnya terdiri dari neurotoksin dan hemotoksin yang bekerja sangat cepat menghentikan sistem saraf dan pembekuan darah.
Ular ini jarang ditemui karena habitatnya yang sangat terpencil di wilayah gurun Australia bagian tengah. Inland Taipan bersifat sangat pemalu dan tidak agresif terhadap manusia, sehingga kasus gigitan sangat jarang terjadi. Meski begitu, jika terganggu, ular ini bisa menyerang dengan sangat cepat dan akurat.
Uniknya, meskipun berstatus ular paling berbisa di dunia, Inland Taipan hampir tidak pernah menyebabkan kematian manusia karena interaksinya yang minim dengan manusia.
2. Eastern Brown Snake (Pseudonaja textilis) – Australia
Ular cokelat timur merupakan penyebab kematian paling tinggi akibat gigitan ular di Australia. Bisa dari ular ini sangat kuat dan mengandung neurotoksin, koagulan darah, serta kardiotoksin yang dapat menyebabkan serangan jantung, kejang, dan pendarahan internal.
Eastern Brown Snake juga dikenal sangat agresif dan cepat bergerak ketika merasa terancam. Mereka sering ditemukan di dekat pemukiman manusia dan lahan pertanian, membuat kemungkinan konflik dengan manusia menjadi lebih tinggi. National Geographic mencatat bahwa meskipun anti-bisa tersedia, waktu penanganan menjadi sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa korban.
Ukuran ular ini bisa mencapai dua meter, dan mereka memiliki kemampuan untuk menyerang berkali-kali dalam waktu singkat ketika merasa terprovokasi.
3. Belcher’s Sea Snake (Hydrophis belcheri) – Laut Asia Tenggara dan Australia
Ular laut Belcher terkenal karena bisanya yang sangat kuat. Racunnya 100 kali lebih kuat dari kobra, dan hanya butuh beberapa miligram untuk membunuh manusia dewasa. Namun, ular ini cenderung jinak dan jarang menggigit kecuali jika benar-benar terpojok.
Ular ini hidup di perairan dangkal, terutama di sekitar Indonesia, Filipina, dan Australia. Menurut jurnal dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), bisa dari ular laut ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan otot, termasuk otot pernapasan, hanya dalam waktu singkat.
Kabar baiknya, meskipun sangat berbisa, insiden gigitan terhadap manusia sangat langka karena perilaku ular yang tidak agresif dan habitatnya yang cukup jauh dari aktivitas manusia.
4. King Cobra (Ophiophagus hannah) – Asia Tenggara dan India
Sebagai ular berbisa terpanjang di dunia, King Cobra bisa tumbuh hingga sepanjang 5,5 meter. Meskipun bukan yang paling berbisa secara volume racun, jumlah bisa yang disuntikkan dalam satu gigitan bisa membunuh gajah atau beberapa manusia dewasa.
Racun King Cobra menyerang sistem saraf dan bisa menyebabkan kematian dalam waktu 30 menit hingga 1 jam jika tidak segera ditangani. Situs Britannica menyebutkan bahwa King Cobra sangat protektif terhadap telurnya dan dapat menjadi sangat agresif saat musim berkembang biak.
Mereka tersebar di hutan-hutan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Suara desisannya pun khas dan berbeda dari ular lain, lebih dalam dan menyeramkan, menjadi peringatan yang efektif bagi siapa pun yang mendekat.
5. Black Mamba (Dendroaspis polylepis) – Afrika Sub-Sahara
Black Mamba adalah salah satu ular paling mematikan di Afrika dan terkenal karena kecepatannya yang luar biasa—mencapai 20 km/jam. Racunnya mengandung neurotoksin yang sangat kuat dan dapat membunuh dalam waktu 20 menit jika tidak segera diberi antivenom.
Nama “Black Mamba” berasal dari warna hitam pada bagian dalam mulutnya, bukan dari warna tubuhnya yang justru cenderung keabu-abuan atau cokelat. Menurut African Snakebite Institute, gigitan Black Mamba sering kali bersifat “kering” namun bisa juga sangat fatal jika dikeluarkan racunnya.
Mereka dikenal sangat agresif jika merasa terancam, bahkan tidak segan menyerang berulang kali dengan gigitan berturut-turut.
6. Tiger Snake (Notechis scutatus) – Australia
Tiger Snake dinamai berdasarkan pola garis-garis menyerupai harimau di tubuhnya. Mereka mengandung neurotoksin dan koagulan yang sangat kuat, dan gigitannya bisa menyebabkan kegagalan pernapasan dalam waktu singkat.
Tiger Snake banyak ditemukan di wilayah selatan Australia, termasuk Tasmania. Menurut University of Melbourne, tingkat kematian akibat gigitan ular ini cukup tinggi jika tidak ditangani dengan cepat.
Meskipun tergolong pemalu, ular ini bisa menjadi agresif jika merasa terpojok atau terancam. Mereka sering bersembunyi di bawah bebatuan atau tumpukan kayu, membuat mereka sulit terlihat oleh manusia.
7. Philippine Cobra (Naja philippinensis) – Filipina
Philippine Cobra dikenal sebagai salah satu kobra paling mematikan di dunia. Uniknya, ular ini tidak hanya menggigit tetapi juga bisa menyemburkan bisa ke arah mata musuh hingga jarak 3 meter.
Bisa Philippine Cobra sangat neurotoksik, menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan dan bisa menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Menurut Asian Herpetological Research, kobra ini banyak ditemukan di dataran rendah dan ladang pertanian, sehingga sering berdekatan dengan manusia.
Kecerdasannya dalam menilai ancaman membuatnya termasuk ular yang bisa "memperingatkan" dulu sebelum menyerang, tapi bukan berarti ia tidak berbahaya.
8. Coastal Taipan (Oxyuranus scutellatus) – Australia
Coastal Taipan sering disebut sebagai versi "luar ruangan" dari Inland Taipan. Bisa dari ular ini cukup untuk membunuh manusia dalam waktu kurang dari satu jam. Racunnya bekerja dengan sangat cepat, menyerang sistem saraf dan menyebabkan pendarahan internal.
Ular ini ditemukan di sepanjang pantai timur laut Australia dan Papua Nugini. Mereka sangat cepat dan memiliki refleks luar biasa. Menurut Australian Venom Research Unit, gigitannya sering kali mendalam dan mengandung banyak racun.
Beruntung, antivenom untuk gigitan Coastal Taipan tersedia dan cukup efektif jika diberikan segera.
9. Ular Weling (Bungarus candidus) – Asia Tenggara, Termasuk Indonesia
Ular weling adalah salah satu ular paling berbisa yang bisa ditemui di Indonesia. Tubuhnya bercorak belang hitam-putih, dan tampak mencolok. Racunnya adalah neurotoksin yang sangat kuat, bekerja menyerang sistem saraf pusat, dan bisa menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan.
Menurut LIPI dan penelitian dari jurnal herpetologi Asia, kematian akibat gigitan ular weling bisa terjadi hanya dalam beberapa jam jika tidak ditangani. Yang lebih berbahaya, gigitan ular ini sering kali tidak terasa sakit sehingga korban terlambat menyadari bahayanya.
Meski terlihat cantik, ular weling aktif di malam hari (nokturnal) dan sering ditemui di daerah pertanian atau sekitar permukiman penduduk, membuatnya berisiko tinggi bila tidak dikenali.
10. Saw-Scaled Viper (Echis carinatus) – Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara
Meski ukurannya kecil, Saw-Scaled Viper adalah salah satu ular paling mematikan berdasarkan jumlah kematian yang ditimbulkan setiap tahun. Ular ini sangat agresif dan dikenal suka menggesekkan sisiknya untuk mengeluarkan suara peringatan yang khas.
Racunnya menyebabkan pendarahan internal yang luas dan gagal ginjal. Menurut WHO, ular ini bertanggung jawab atas lebih banyak kematian manusia per tahun dibandingkan spesies lainnya. Sebagian besar kasus terjadi di India dan wilayah sekitarnya.
Karena sulit dibedakan dengan lingkungan sekitarnya dan keagresifannya, ular ini dianggap sangat berbahaya bagi petani dan masyarakat pedesaan.
Dari Australia hingga Asia Tenggara, berbagai spesies ular berbisa menunjukkan betapa kompleksnya dunia hewan. Sebagian memang jarang ditemui dan tidak agresif, namun beberapa lainnya justru hidup berdampingan dengan manusia dan memerlukan kewaspadaan ekstra.
Waspadai lingkungan sekitar, terutama saat berada di alam bebas atau daerah pertanian, karena bisa saja ada salah satu dari ular mematikan ini bersembunyi di sana. (kam)
Editor : Hakam Alghivari