Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Strategi Hidrasi Sehat bagi Pasien Kronis

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 23 Februari 2026 | 09:30 WIB

dr. Nila Maharani, Sp.PD Anggota IDI cabang Bojonegoro / Dokter Spesialis Penyakit dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro
dr. Nila Maharani, Sp.PD Anggota IDI cabang Bojonegoro / Dokter Spesialis Penyakit dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

 

PUASA bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang bagaimana kita menyusun strategi hidrasi yang tepat agar tubuh tetap bugar sepanjang hari. Kunci utamanya bukan meminum air dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka, melainkan membaginya secara teratur.

Pola sederhana yang dapat diterapkan adalah 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam secara bertahap, dan dua gelas saat sahur. Dengan pola ini, kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi tanpa membebani lambung.

Selain jumlah, kualitas asupan juga penting. Konsumsi buah yang kaya air seperti semangka, melon, atau jeruk dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh karena kandungan air dan elektrolit alaminya membantu mempertahankan hidrasi lebih lama di dalam sel.

Sebaliknya, hindari konsumsi kafein berlebihan seperti kopi atau teh pekat, serta makanan tinggi garam. Kafein dan garam bersifat diuretik sehingga dapat mempercepat pengeluaran cairan melalui urine dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Bagi penderita diabetes, pemilihan minuman saat berbuka perlu lebih diperhatikan. Air mineral lebih dianjurkan dibandingkan takjil manis untuk mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu rasa haus berlebihan dan mengganggu kestabilan metabolik.

Sementara itu, pasien hipertensi perlu membatasi asupan garam, terutama saat sahur, guna menjaga tekanan darah tetap terkontrol selama berpuasa. Kelompok lansia juga memerlukan perhatian khusus karena sensitivitas terhadap rasa haus cenderung menurun. Jangan menunggu rasa haus muncul untuk mulai minum.

Yang tak kalah penting, pasien dengan penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalankan puasa, terutama untuk penyesuaian jadwal dan dosis obat. Jika muncul gejala seperti pusing berat, lemas berlebihan, atau urine berwarna gelap, segera hentikan puasa dan hubungi tenaga medis.

Dengan perencanaan yang tepat, puasa dapat dijalani secara aman dan tetap menyehatkan. Selamat menunaikan ibadah puasa. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Garam #air mineral #lambung #hipertensi #hidrasi #bugar #penyakit #puasa #haus #takjil #penyakit kronis #buah #pasien #Kopi #Kafein #berbuka #Air #Lansia #dehidrasi