Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Penyakit di Awal Musim Hujan, DBD hingga Leptospirosis Mengintai

Farhan Reza Ardiansyah
BASAH: Jalan di titik nol Bojonegoro atau simpang tiga Tugu Adipura tampak basah usai diguyur hujan cukup deras, Senin sore (29/12).
BASAH: Jalan di titik nol Bojonegoro atau simpang tiga Tugu Adipura tampak basah usai diguyur hujan cukup deras, Senin sore (29/12).

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Memasuki awal musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul akibat genangan air, lingkungan yang lembap, serta buruknya kebersihan lingkungan.

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain demam berdarah dengue (DBD), influenza, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga leptospirosis. Risiko penyakit tertentu dapat meningkat ketika hujan memicu genangan, banjir, atau pencemaran sumber air.

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit selama musim hujan.

Advertisement

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan. Genangan air pada barang bekas, pot tanaman, dan tempat penampungan air dapat menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Advertisement

Gejala DBD dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya ruam. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi berat dan mengancam jiwa.

Pencegahan dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air. Masyarakat juga perlu memantau jentik nyamuk secara rutin.

2. Influenza dan ISPA

Perubahan cuaca pada awal musim hujan juga membuat masyarakat perlu memperhatikan kesehatan saluran pernapasan. Influenza dan berbagai infeksi saluran pernapasan dapat menyebar melalui partikel pernapasan atau kontak dengan tangan dan permukaan yang terkontaminasi.

Gejala yang dapat muncul meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, dan tubuh terasa lemas.

Untuk mengurangi risiko penularan, biasakan mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menggunakan masker ketika sedang sakit. Istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi juga membantu menjaga kesehatan tubuh.

3. Diare

Diare perlu diwaspadai, terutama ketika hujan deras menyebabkan banjir atau mencemari sumber air bersih. Air dan makanan yang terkontaminasi kuman dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Minum Kopi Setiap Hari, Apakah Aman bagi Kesehatan Jantung? Ini Penjelasannya

Minum Kopi Setiap Hari, Apakah Aman bagi Kesehatan Jantung? Ini Penjelasannya

Kopi menjadi salah satu minuman yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang terbiasa mengawali pagi dengan secangkir kopi, baik untuk menghilangkan kantuk maupun meningkatkan konsentrasi sebelum beraktivitas.

Mengenal Shin Splint, Nyeri Tulang Kering yang Perlu Diwaspadai Penderita Obesitas

Mengenal Shin Splint, Nyeri Tulang Kering yang Perlu Diwaspadai Penderita Obesitas

Kondisi yang dalam istilah medis dikenal sebagai medial tibial stress syndrome (MTSS) ini sering dialami pelari dan orang yang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Gangguan Bipolar Bukan Sekadar Perubahan Suasana Hati

Gangguan Bipolar Bukan Sekadar Perubahan Suasana Hati

Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara episodik, mulai dari peningkatan energi dan aktivitas yang berlebihan hingga perasaan sedih mendalam, kehilangan minat, dan kelelahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer