Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gangguan Bipolar Bukan Sekadar Perubahan Suasana Hati

Andhika Feriawan
Penulis: Andhika Feriawan❯
Gangguan bipolar juga kerap disalahartikan sebagai kondisi ketika seseorang mengalami perubahan emosi secara cepat. (MAGNIFIC)
Gangguan bipolar juga kerap disalahartikan sebagai kondisi ketika seseorang mengalami perubahan emosi secara cepat. (MAGNIFIC)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara episodik, mulai dari peningkatan energi dan aktivitas yang berlebihan hingga perasaan sedih mendalam, kehilangan minat, dan kelelahan. Kondisi ini bukan sekadar perubahan suasana hati biasa karena dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, pendidikan, hingga pekerjaan seseorang.

Gangguan bipolar juga kerap disalahartikan sebagai kondisi ketika seseorang mengalami perubahan emosi secara cepat. Padahal, perubahan suasana hati pada gangguan bipolar memiliki pola, durasi, dan tingkat keparahan tertentu yang memerlukan pemeriksaan profesional.

Menurut artikel tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal The BMJ pada 2023 berjudul Diagnosis and Management of Bipolar Disorders, gangguan bipolar memengaruhi sekitar 2 persen populasi dunia. Kondisi ini dapat berlangsung berulang dan menjadi penyebab gangguan fungsi serta penurunan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

Advertisement

Mengenal Gejala Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar ditandai oleh episode mania atau hipomania dan episode depresi. Kedua kondisi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Advertisement

1. Episode Mania atau Hipomania

Mania merupakan kondisi ketika seseorang mengalami peningkatan suasana hati, energi, dan aktivitas secara tidak biasa. Pada fase ini, seseorang dapat merasa sangat bersemangat, memiliki banyak ide, serta merasa mampu melakukan berbagai hal tanpa mengenali keterbatasannya.

Gejala mania dapat meliputi berkurangnya kebutuhan tidur, berbicara lebih cepat, pikiran yang berpindah-pindah, meningkatnya rasa percaya diri secara berlebihan, hingga perilaku impulsif seperti berbelanja tanpa mempertimbangkan konsekuensi keuangan.

Pada kondisi yang lebih berat, episode mania dapat disertai gangguan penilaian terhadap kenyataan dan membutuhkan penanganan medis segera.

Sementara itu, hipomania memiliki gejala serupa, tetapi tingkat keparahannya lebih ringan dibandingkan mania. Meski demikian, hipomania tetap dapat memengaruhi perilaku dan fungsi seseorang.

2. Episode Depresi

Pada fase depresi, seseorang dapat mengalami kesedihan berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, merasa tidak berharga, serta mengalami perubahan pola tidur dan nafsu makan.

Gejala lainnya meliputi kesulitan berkonsentrasi, kelelahan, perasaan bersalah berlebihan, dan menurunnya kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cara Mengatasi Gangguan Bipolar, Kenali Gejala dan Pilihan Pengobatannya

Cara Mengatasi Gangguan Bipolar, Kenali Gejala dan Pilihan Pengobatannya

Kombinasi pengobatan medis, psikoterapi, pola hidup teratur, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting untuk membantu penderita menjaga kestabilan suasana hati dan mengurangi risiko kekambuhan.

Kenapa Kita Suka Menunda Pekerjaan? Ini Pola Pikir di Baliknya

Kenapa Kita Suka Menunda Pekerjaan? Ini Pola Pikir di Baliknya

Menunda pekerjaan menjadi kebiasaan yang sering dialami banyak orang.

Musik Bisa Berpengaruh pada Mood Seseorang, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Musik Bisa Berpengaruh pada Mood Seseorang, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Bukan tanpa alasan, musik ternyata dapat berkaitan dengan perubahan suasana hati atau mood seseorang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer