Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puasa Penderita Stroke

M
Penulis: Muhammad Suaeb❯

dr. Muhammad Naqvi Al Farisi, KSM Saraf RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro / Anggota IDI Cabang Bojonegoro
dr. Muhammad Naqvi Al Farisi, KSM Saraf RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro / Anggota IDI Cabang Bojonegoro


Advertisement

 

Oleh:
dr. Muhammad Naqvi Al Farisi
KSM Saraf RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro / Anggota IDI Cabang Bojonegoro

 

PUASA merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Namun, bagi penderita stroke atau yang pernah mengalami serangan stroke, keputusan untuk berpuasa tidak boleh dilakukan sembarangan.

Kondisi kesehatan otak dan tubuh harus benar-benar diperhatikan agar puasa tidak justru menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Sebelum memutuskan berpuasa, ada beberapa tanda penting yang perlu diperhatikan.

Advertisement

Tekanan darah yang belum stabil merupakan salah satu tanda bahwa tubuh belum siap untuk berpuasa. Pada penderita stroke, tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi aliran darah ke otak. Ketika berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan cairan yang bisa memengaruhi tekanan darah. Jika tekanan darah masih sering naik turun, kondisi ini dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko komplikasi.

Sering mengalami sakit kepala juga perlu menjadi perhatian. Sakit kepala pada penderita stroke bisa menjadi tanda adanya masalah pada otak, misalnya dehidrasi atau gangguan aliran darah. Dalam beberapa kasus, sakit kepala juga dapat mengindikasikan kemungkinan serangan stroke berulang, termasuk stroke perdarahan. Jika sakit kepala masih sering muncul, sebaiknya tunda dulu keinginan untuk berpuasa sampai kondisi benar-benar stabil.

Jika serangan stroke terakhir terjadi kurang dari tiga bulan, biasanya otak masih berada dalam fase pemulihan. Pada periode ini, tubuh membutuhkan asupan nutrisi, cairan, dan obat secara teratur untuk mendukung proses penyembuhan. Berpuasa dalam kondisi ini berisiko mengganggu proses pemulihan otak.

Advertisement

Gangguan menelan atau disfagia sering terjadi setelah stroke. Kondisi ini dapat membuat penderita sulit memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi. Jika tetap berpuasa, risiko dehidrasi dan malnutrisi bisa meningkat. Oleh karena itu, penderita dengan gangguan menelan biasanya belum dianjurkan untuk menjalani puasa.

Jika seseorang mengalami stroke berulang dalam waktu yang tidak terlalu lama, ini menandakan faktor risiko penyakitnya belum terkendali dengan baik. Berpuasa dalam kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan stroke kembali.

Pada akhirnya, puasa adalah ibadah, sementara kesehatan adalah amanah yang harus dijaga. Jika Anda atau keluarga pernah mengalami stroke, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis saraf terdekat sebelum memutuskan untuk berpuasa. Dengan begitu, ibadah tetap dapat dijalankan tanpa mengorbankan kesehatan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jangan Abaikan! Kenali Gejala Stroke Sejak Dini dengan Metode FAST

Jangan Abaikan! Kenali Gejala Stroke Sejak Dini dengan Metode FAST

mengenali gejala awal stroke secara cepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan permanen.

Mitos atau Fakta? Bekam Dapat Membuat Tubuh Jadi Lebih Sehat, Simak Penjelasan Medisnya

Mitos atau Fakta? Bekam Dapat Membuat Tubuh Jadi Lebih Sehat, Simak Penjelasan Medisnya

Bekam menjadi salah satu metode pengobatan tradisional yang masih populer hingga saat ini. Terapi yang dilakukan dengan menempelkan cangkir khusus pada permukaan kulit untuk menciptakan tekanan vakum ini dipercaya mampu

7 Masjid Tercantik di Indonesia yang Memukau dengan Keindahan Arsitektur

7 Masjid Tercantik di Indonesia yang Memukau dengan Keindahan Arsitektur

Selain menjadi pusat kegiatan ibadah, banyak masjid di Tanah Air juga tampil sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan unsur budaya lokal, desain modern, hingga sentuhan Timur Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer