Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keterkaitan Puasa, Lambung, dan Pikiran

M
Penulis: Muhammad Suaeb❯

Menina Vilanova S., Psikiater /Anggota IDI Bojonegoro
Menina Vilanova S., Psikiater /Anggota IDI Bojonegoro


Advertisement

 

 

Oleh:
Menina Vilanova S.
Psikiater /Anggota IDI Bojonegoro

 

SETIAP Ramadan tiba, keluhan maag sering meningkat. Banyak yang mengkhawatirkan jika berpuasa akan memperparah sakit maag. Tidak sedikit juga yang ragu berpuasa karena takut kambuh.

Advertisement

Padahal, berdasarkan berbagai penelitian, puasa yang dijalankan dengan baik dan benar tidak selalu memperburuk kondisi lambung.

Sebenarnya yang sering menjadi pemicu masalah bukanlah puasanya, melainkan kebiasaan saat berbuka. Karena makan dengan berlebihan, setelah seharian perut kosong, terlalu banyak gorengan, minuman manis, kopi, serta tidur yang larut malam.

Rupanya hal tersebut memberi beban yang besar pada lambung. Lambung merasa kaget atau tidak siap ketika menerima makanan dalam jumlah besar, kemudian lambung memproduksi asam lambung lebih banyak, sehingga muncul rasa tidak nyaman.

Advertisement

Penjelasan secara medis adalah, ketika berpuasa sebenarnya tubuh sedang beradaptasi. Yaitu, ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa jam, tubuh kita mulai menggunakan cadangan energi dan menghasilkan zat yang disebut keton.

Proses ini dikenal sebagai perubahan metabolisme alami. Kemudian penelitian juga menjelaskan bahwa perubahan ini membantu tubuh untuk beradaptasi terhadap stres dan tetap menjaga fungsi otak dengan baik. Artinya, tubuh manusia memang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri selama puasa.

Tak lupa penting untuk dipahami, yaitu adanya hubungan antara lambung dan pikiran, dikenal istilah hubungan otak dan usus (gut-brain axis). Penjelasannya adalah hubungan ini membuat kondisi emosional seseorang cukup berpengaruh terhadap lambungnya.

Sehingga saat seseorang mengalami stres, cemas, atau menghadapi banyak tekanan hidup, tubuh akan mengeluarkan hormon stres. Hormon ini dapat meningkatkan produksi asam lambung dan membuat lambung terasa lebih sensitif.

Itulah sebabnya pada orang yang sedang banyak pikiran sering mengeluh maagnya kambuh, meski tidak ada banyak perubahan dalam pola makannya.

Selain itu, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan secara teratur dan termonitor dapat membantu memperbaiki suasana hati serta menurunkan gejala kecemasan pada sebagian orang.

Karena ketika emosi lebih stabil dan pikiran lebih tenang, rupanya keluhan lambung pun cenderung berkurang. Dengan kata lain, ketenangan batin ikut membantu kenyamanan lambung.

Oleh karena itu, puasa bisa dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki pola hidup. Kuncinya cukup sederhana, yaitu sahur dengan makanan bergizi yang seimbang, minum air putih dengan cukup, berbuka secukupnya, mengurangi kopi dan makanan terlalu pedas, serta menjaga kualitas tidur. Untuk mengelola stres dapat dilakukan dengan ibadah, relaksasi, atau berbagi cerita.

Namun bagi yang memiliki riwayat tukak lambung berat atau gangguan kecemasan, sebelum memutuskan berpuasa sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dan akhirnya melalui pendekatan yang tepat, puasa bukan hanya menyehatkan jiwa, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran secara menyeluruh. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kenapa Kita Suka Menunda Pekerjaan? Ini Pola Pikir di Baliknya

Kenapa Kita Suka Menunda Pekerjaan? Ini Pola Pikir di Baliknya

Menunda pekerjaan menjadi kebiasaan yang sering dialami banyak orang.

Gangguan Bipolar Bukan Sekadar Perubahan Suasana Hati

Gangguan Bipolar Bukan Sekadar Perubahan Suasana Hati

Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara episodik, mulai dari peningkatan energi dan aktivitas yang berlebihan hingga perasaan sedih mendalam, kehilangan minat, dan kelelahan.

Musik Bisa Berpengaruh pada Mood Seseorang, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Musik Bisa Berpengaruh pada Mood Seseorang, Ini Penjelasannya Menurut Psikologi

Bukan tanpa alasan, musik ternyata dapat berkaitan dengan perubahan suasana hati atau mood seseorang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer